Jakarta – Fintech Lending, AdaKami membukukan penyaluran pinjaman sebesar Rp6,8 triliun di sepanjang 2021. Perusahaan mencatat penyalurkan dana sejak Januari 2019 hingga Desember 2021 telah mencapai Rp9,2 triliun kepada lebih dari 10,8 juta borrower dari seluruh Indonesia.
CEO AdaKami Bernardino M. Vega mengungkapkan, pihaknya ingin terus mendorong tercapainya inklusi finansial bagi seluruh masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah melalui teknologi seperti fintech lending.
“Upaya Indonesia untuk mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 memerlukan dukungan semua pihak. Kami percaya bahwa satu-satunya jalan untuk mendorong laju perekonomian adalah melalui kolaborasi multipihak dan inovasi teknologi yang mendorong kemudahan akses layanan kepada lebih banyak orang hingga tercapai inklusi finansial,” jelas Dino di Jakarta, Kamis, 13 Januari 2022.
Lebih jauh, Indonesia saat ini masih memiliki credit gap sebesar Rp1,65 triliun per tahun berdasarkan data dari Bank Dunia. Dino ingin fintech seperti AdaKami untuk membantu memenuhi kebutuhan kredit masyarakat Indonesia.
“Kami menyadari bahwa guna mendorong pergerakan dan pemulihan ekonomi nasional, credit gap ini sangat perlu dijembatani. Di sinilah AdaKami ingin berkontribusi,” jelasnya. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More