Jakarta–Aats kinerja terbaiknya di tahun 2015, Perum Percetakan Uang Repubik Indonesia (Peruri) berhasil meraih “Infobank BUMN Award 2016” bersama 57 BUMN peraih predikat kinerja “sangat bagus” di tahun 2015 dari 122 BUMN yang di-rating Biro Riset Infobank. Award diserahkan langsung oleh Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Majalah Infobank, kepada Prasetio, Direktur Utama Peruri, pada Rabu, 9 November 2016, di kantor Peruri, Jakarta.
“Tahun 2015 kinerja Peruri sangat bagus dengan pertumbuhan pendapatan usaha mencapai 30,69%. Semoga di tahun 2016 dan tahun 2017 kinerjanya semakin baik. Award ini merupakan bentuk apresiasi Infobank kepada BUMN dengan kinerja luar biasa di masa sulit seperti sekarang,” ujar Eko B. Supriyanto dalam sambutannya.
Prasetio dalam sambutannya mengungkapkan, untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja di tahun-tahun mendatang, Peruri siap bersaing tidak hanya di kancah global tapi juga masuk ke digital. “Seperti tagline kami ‘Go Global, Go Digital’, selain ekspansi pemasaran hingga Asia Tengah dan Afrika, kami di 2017 juga siap masuk bisnis solution, utamanya government solution,” ujar Prasetio.
Tampak dalam foto (dari kiri ke kanan): Atje M. Darjan, Direktur Pemasaran & Pengembangan Usaha Peruri; Gatot Sugiono, Anggota Dewan Pengawas Peruri; Suwandi, Ketua Dewan Pengawas Peruri; Presetio, Direktur Utama Peruri; Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank; Karnoto Mohamad, Wakil Pemimpin Redaksi Infobank; Subandrio, Direktur Produksi Peruri; dan Antonius, Direktur Keuangan Peruri. (*)
Poin Penting Risiko kerugian bencana alam di Indonesia mencapai Rp20 triliun-Rp50 triliun per tahun, dengan… Read More
Poin Penting Trading halt akibat kepanikan pasar bersifat sementara, dipicu isu potensi penurunan status Indonesia… Read More
Poin Penting KUPASI mendorong inisiasi asuransi wajib bencana sebagai solusi memperkuat ketahanan nasional di tengah… Read More
Poin Penting OJK menyebut protection gap asuransi bencana masih lebar akibat rendahnya kesadaran dan kepercayaan… Read More
Poin Penting IHSG sesi I turun 5,91 persen ke level 7.828,47 dari posisi pembukaan 8.320,55.… Read More
Poin Penting Indonesia berisiko bencana sangat tinggi, peringkat kedua dunia dengan lebih dari 3.000 kejadian… Read More