Depok — Guna menpercepatan pembangunan Program Sejuta Rumah dan juga mengurangi angka backlog perumahan, Perum Perumnas bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali meresmikan pembangunan rumah susun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat.
Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo mengatakan, proyek TOD Depok ini merupakan Proyek TOD kedua setelah TOD Tanjung Barat.
“Kami melihat animo yang luar biasa pada TOD Tanjung Barat sehingga kami segerakan merealisasikan TOD Depok ini. Selain untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat guna mendapatkan hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi massal,” ungkap Bambang di Kawasan Stasiun Pondok Cina, Depok, 2 Oktober 2017.
Baca juga: Backlog Perumahan Nasional Capai 7,6 Juta Unit
Bambang Triwibowo mengatakan, Perumnas bersama KAI akan membangun empat menara di atas lahan seluas 27.706 meter persegi (m2). Di mana pihaknya bersama KAI menargetkan empat menara tersebut bisa menampung 3.693 unit hunian. “Sekitar 30 persen dari jumlah hunian memang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” tambah Bambang.
Bambang berharap, TOD di Depok ini dapat mendekatkan jarak pengguna kereta api, menciptakan efisiensi biaya, waktu, dan tenaga, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di perkotaan.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono mengungkapkan, pemerintah dalam beberapa waktu ke depan akan membangun TOD lain, sejalan dengan pengaturan transportasi di Jabodetabek. “Sehingga nantinya semua terintegrasi antara hunian dengan transportasi massal,” tegasnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More
Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More
Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More
Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More
Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More
Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More
View Comments
Dimana bisa dapat info pemasarannya