Perum Jamkrindo Tingkatkan Kualitas Bisnis
Jakarta – Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) berniat untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas bisnisnya. Menurut Randi Anto, Direktur Utama Jamkrindo hal itu perlu dilakukan demi mengantisipasi market yang mengalami perubahan.
“Yang sekarang saya minta, kami mesti berubah, kalau nggak dirubah sama pasar. Dan memang kami harus bisa mengantisipasi pasar daripada kami ketinggalan antisipasinya, artinya kami dapat (bisnis) yang low grade nanti karena yang best grade sudah diambil sama orang yang lebih antisipatif,” kata Randi kepada Infobank, Jumat, 2 Maret 2018.
Randi menambahkan ada sejumlah hal yang sedang disiapkan Jamkrindo tahun ini terkait dengan peningkatan kapasitas dan kualitas bisnis. Pertama adalah SDM Jamkrindo harus semakin memahami perbankan, karena pada prinsipnya bisnis bank dan penjaminan memiliki banyak kesamaan.
Dan dalam hal ini, salah satu poin penting yang digarisbawahi adalah peningkatan knowledge dalam menganalisa kredit. “Ini supaya tidak semua risiko kami telan,” ujarnya.
Baca juga: 2017, Jamkrindo Cetak Laba Rp1 Triliun
Kedua, adalah bagaimana Jamkrindo meningkatkan perannya sebagai advicer klien, tidak hanya sekadar menjalankan bisnis penjaminan. Menurut Randi, dengan pembimbingan dan pembinaan yang semakin baik kepada klien, akan dapat menumbuhkan size business klien tersebut. Hal itu pada akhirnya akan memunculkan needs baru dari klien yang bisa dilayani oleh Jamkrindo.
“Artinya akan semakin banyak produk. Dan semakin terdiferensiasi sumber income Jamkrindo,” tukasnya.
Dan yang ketiga, adalah menjaga loyalitas customer. Dengan terciptanya konsumen yang loyal, Randi yakin untuk ke depannya akan lebih mudah bagi Jamkrindo untuk mendapat new customer.
“Tapi memang, dari itu semua, kuncinya profesionalismenya harus naik, kompetensinya harus naik. Dan jujur saja, biaya pendidikan SDM kami tahun ini naik cukup besar,” tutup Randi.(*) Ari Nugroho
Poin Penting Laba Pegadaian 2025 melonjak 42,6% menjadi Rp8,34 triliun, ditopang pertumbuhan aset 47,8% dan… Read More
Poin Penting IMF mensimulasikan kenaikan bertahap PPh 21 karyawan untuk mendukung peningkatan investasi publik dan… Read More
Poin Penting Sudah ada sejumlah pendaftar calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), namun… Read More
Poin Penting Bank Jambi meningkatkan sistem TI dan pengawasan transaksi sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya memastikan THR ASN, TNI, dan Polri cair awal Ramadan 2026… Read More
Poin Penting IHSG ditutup naik 1,19% ke level 8.310,22 pada perdagangan 18 Februari 2026, dengan… Read More