Jamkrindo; Jamin kredit BRI Agro. (Foto: Rezkiana Nisaputra)
Jakarta–Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) bersama PT BRI Agroniaga melakukan penandatangan Kerja Sama (PKS) tentang Penjaminan Kredit Konsumer. Kemitraan strategis ini dilakukan untuk mendorong jangkauan akses dan layanan keuangan lebih luas di sektor kredit konsumer bagi masyarakat.
“Kerja sama kemitraan ini, sangat strategis dan bertujuan lebih meningkatkan kinerja masing- masing pemangku kepentingan balk peningkatan realisasi Kredit/Pembiayaan oleh Bank BRI Agroniaga sekaligus meningkatkan volume Penjaminan oleh Perum Jamkrindo,” ujar Direktur Utama Perum Jamkrindo Diding S. Anwar di Jakarta, Rabu, 2 Desember 2015.
Diding menjelaskan, Perum Jamkrindo dan Bank Bri Agroniaga merupakan dua lembaga yang memiliki visi yang sama dalam memberi kesempatan masyarakat yang selama ini belum mampu mengakses sumber permodalan untuk mendapatkan pembiyaan khususnya kredit konsumer kepada masyarakat.
Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi kedua lembaga keuangan, serta untuk mendukung kelancaran kegiatan bisnis kedua perusahaan. “Sinergi ini merupakan langkah strategis guna mengoptimalkan pemanfaatan potensi bisnis keduanya, dengan prinsip saling menguntungkan,” tukasnya.
Sementara itu untuk meningkatkan pelayanan kepada mitra kerja, Perum Jamkrindo telah memiliki jaringan pelayanan di 34 Provinsi dan 21 Kabupaten Kota.
Di tempat yang sama Direktur BRI Agroniaga, Zuhri Anwar menambahkan, kerjasama ini juga sebagai salah satu mitigasi risiko dalam penyaluran kredit konsumer serta membuka keleluasaan dalam pengembangan portofolio bisnis konsumer BRI Agro.
Menurutnya, kerjasama ini merupakan lanjutan dari kerjasama penjaminan kredit untuk fasilitas bank garansi/kontruksi. Selanjutnya kerjasama ini diperluas dengan penjaminan kredit untuk jenis redit konsumer yakni seperti kredit tetap, kredit pensiun, santuan hari tua, agro griya, agro mobil dan agro multiguna. (*) Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More
Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,36% ke level 8.425,94 dengan nilai transaksi Rp415,39 miliar dan… Read More
Poin Penting OJK siapkan penghapusan KBMI I dan mendorong bank bermodal inti Rp3 triliun–Rp6 triliun… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan selama bertahan di atas 8.170, dengan potensi menuju 8.440-8.503.… Read More