Dalam kesempatan itu, Chatib Basri yang juga menjadi Advisory Board Chairman Mandiri Institute akan membahas dampak disrupsi dalam pengelolaan HR, dengan mengangkat tema “Impact of Disruption and Employment”. Sedangkan Malcolm Foo dari Pricewaterhouse Cooper, memaparkan tema “What Leaders are Needed in Disruptive Era”, yang membahas mengenai peran kepemimpinan dalam menghadapi tantangan dan tuntutan dunia kerja yang telah bertransformasi.
Sementara terkait dengan faktor kesehatan pegawai, pada simposium ini juga menghadirkan Pakar Gizi Dr. Grace Harnanta dan Chef Farah Quinn, yang menyampaikan materi bertema “Disrupting our Health Lifestyle”, yaitu tentang gaya hidup sehat terutama pola dan menu makan sehat.
Simposium ini diakhiri dengan diskusi pengelolaan HR pada korporasi dalam menghadapi tuntutan perubahan pola kerja dan dampaknya terhadap organisasi perusahaan, sumber daya manusia, dan perekonomian. Tampil sebagai pembicara panel antara lain Direktur Human Resources & General Affair Jasa Marga Kushartanto Koeswiranto, Direktur General Affairs & Human Capital Kimia Farma Arief Pramuhanto, dan Managing Director Pricewaterhouse Coopers Chan-Cheong Siew.
“Kami berharap ajang diskusi ini dapat memberikan dampak dan meningkatkan kontribusi positif Bank Mandiri bagi pengembangan perseroan serta pembangunan ekonomi Indonesia,” pungkas Sanjay. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More
Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More