Ilustrasi- Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat uang primer (M0) adjusted pada Januari 2026 tumbuh 14,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau menjadi Rp2.193 triliun.
Angka tersebut tumbuh melambat dibandingkan bulan sebelumnya atau Desember 2025 yang sebesar 16,8 persen yoy.
“Uang Primer (M0) Adjusted pada Januari 2026 tumbuh 14,7 persen yoy, melanjutkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 16,8 persen yoy,” kata Ramdan Denny Prakoso, Kepala Departemen Komunikasi BI, dalam keterangannya, dikutip, Selasa, 10 Februari 2026.
Baca juga:Survei BI: Indeks Keyakinan Konsumen Januari 2026 Naik Jadi 127,0
Denny menjelaskan perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di BI adjusted sebesar 30,1 persen yoy dan uang kartal yang diedarkan sebesar 12,4 persen yoy.
Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted).
Baca juga: Menakar Independensi Bank Indonesia
Sebagai informasi, uang primer adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di BI akibat pemberian insentif likuiditas.
Adapun mulai Januari 2025, BI melakukan penyesuaian perhitungan M0 adjusted untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan uang primer dan pengaruh dari kebijakan likuiditas yang dilakukan oleh BI. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Direksi PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) memborong 162.800 saham pada 26 Februari… Read More
Poin Penting INDEF menilai lonjakan harga pangan membuat masyarakat menengah bawah fokus ke kebutuhan pokok… Read More
Poin Penting Pakar Universitas Padjajaran Yayan Satyakti mengusulkan Indonesia segera impor minyak mentah dari AS… Read More
Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More
Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More
Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More