Keuangan

Pertumbuhan Premi TUGU Sukses Lampaui Industri Asuransi Umum di 2025

Poin Penting

  • Hingga September 2025, premi TUGU naik 5,6%, melampaui rata-rata industri 3,4%.
  • TUGU mempertahankan posisi No.1 di Marine Hull dan Aviation, naik ke peringkat 2 nasional di lini properti, serta tetap di lima besar marine cargo dan energi offshore.
  • Fundamental Sangat Kuat: RBC 360,9% dan RKI 272,6% jauh di atas industri, menjadikan TUGU dinilai sebagai safe haven dengan prospek “growth with safety”.

Jakarta – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance/TUGU) telah menggelar Public Expose (Pubex) 2025. Dalam kesempatan tersebut manajemen TUGU menjelaskan kinerja pertumbuhan premi melampaui industri.

Per September 2025 pertumbuhan premi anak usaha Pertamina ini telah mencapai 5,6 persen dan lebih tinggi dari rata-rata industri yang mencapai 3,4 persen. 

Manajemen melaporkan dominasi perusahaan di pasar asuransi umum. Selain mempertahankan posisi Market Leader (No. 1) di lini Marine Hull dan Aviation, TUGU mencatatkan prestasi gemilang di lini Fire & Property.

Hal itu menegaskan bahwa strategi penguatan di segmen non-captive membuahkan hasil signifikan.

Di lini Properti, peringkat pasar TUGU melonjak dari posisi 4 menjadi ranking 2 nasional. Ini membuktikan kepercayaan pasar komersial dan ritel terhadap TUGU semakin meluas, melengkapi kekuatan tradisional kami di sektor energi.

Baca juga: Tugu Insurance Gelar Pubex 2025, Pertahankan Kinerja Solid dan Perkuat Aspek ESG

Selain itu, tercatat TUGU juga tetap berada di lima besar pada lini marine cargo dan energi offshore. Pencapaian tersebut dinilai mencerminkan kekuatan teknis dan kedalaman hubungan TUGU dengan para nasabahnya.

Tren Industri Positif dan Peluang TUGU

Dalam paparannya, manajemen juga menyoroti tren pertumbuhan premi industri asuransi umum dalam lima tahun terakhir yang masih positif dengan laju tahunan mencapai 8 persen.

Lewat pertumbuhan jangka panjang yang positif di industri asuransi, TUGU berada pada posisi yang ideal untuk memperluas pangsa pasar.

Baca juga: Tugu Insurance Catat Pendapatan Premi Signifikan

Analis Ajaib Sekuritas, Rizal Rafly, menilai TUGU memiliki keunggulan fundamental yang jarang dimiliki kompetitor, yakni kombinasi antara solvabilitas tinggi dan likuiditas yang melimpah.

Dari sisi permodalan, TUGU mencatatkan Risk Based Capital (RBC) sebesar 360,9 persen, melampaui rata-rata industri yang berada di level 326,4 persen.

”RBC yang tebal ini bukan sekadar angka kepatuhan, melainkan ‘amunisi’ bagi TUGU untuk menyerap risiko lebih besar secara mandiri (retensi) guna meningkatkan profitabilitas,” ujar Rafly.

Baca juga: Tugu Insurance Pertahankan Kinerja Solid di Tengah Dinamika Industri Asuransi

Lebih impresif lagi adalah posisi likuiditas TUGU. Rasio Kecukupan Investasi (RKI) TUGU tembus di angka 272,6 persen, meninggalkan jauh rata-rata industri yang hanya 166,5 persen.

Rafly menekankan bahwa selisih RKI yang signifikan ini—lebih dari 100 persen di atas rata-rata pasar—memberikan jaminan keamanan tingkat tinggi bagi nasabah korporasi maupun ritel.

Artinya, TUGU memiliki aset investasi likuid yang sangat lebih dari cukup untuk membayar klaim, menjadikan TUGU pilihan paling aman (safe haven) di tengah ketidakpastian pasar.

”Kombinasi likuiditas tinggi dan pertumbuhan premi 5,6 persen ini menjadikan saham TUGU sangat menarik bagi investor yang mencari growth with safety,” pungkas Rafly. (*)

Yulian Saputra

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

54 mins ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

3 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

3 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

3 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

3 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

4 hours ago