PP Properti
Pertumbuhan laba perseroan meningkat seiring perolehan pendapatan sampai dengan semester I 2015 yang tumbuh lima kali lipat menjadi Rp700,84 miliar. Dwitya Putra
Jakarta – PT PP Properti Tbk (PPRO), berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 828% pada semester I-2015 menjadi Rp142,9 miliar dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun 2014.
Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh kuatnya penjualan atas mega proyek PPRO.
“Produk-produk yang kami tawarkan sangat diterima oleh pasar, sehingga Perseroan membukukan pertumbuhan laba usaha hingga hampir sepuluh kali lipat pada semester I-2015.” Kata Direktur Utama PT PP Properti Tbk, Taufik Hidayat dalam keterangan resminya, di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2015.
Pendapatan perseroan sendiri sampai dengan semester I ini tumbuh lima kali lipat atau menjadi Rp700,84 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2014. Sedangkan laba usaha Perseroan pada semester ini tumbuh hampir 8 kali lipat menjadi Rp188,09 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2014.
Setelah penawaran publik perdana, PPRO memiliki ekuitas Rp2 triliun atau 55% dari total aset, sehingga memberikan kemampuan bagi perseroan untuk berpartisipasi dalam beberapa mega proyek.
Sekedar informasi, perseroan saat ini sedang membangun beberapa mega proyek di Indonesia. Hingga tahun 2015 PP Properti telah meluncurkan beberapa proyek seperti Grand Kamala Lagoon (GKL) di Bekasi seluas 25 ha yang telah dimulai pengerjaan tahap I pada 2014 lalu.
Di kawasan tersebut, Perseroan telah memperkenalkan dua tower yakni Emerald Tower dan Barclay Tower.
Pada bagian lain di Indonesia, PPRO telah meluncurkan Grand Sungkono Lagoon seluas 3,5 ha dan Grand Dharmahusada Lagoo di Surabaya. Kawasan tersebut dibangun dengan konsep mixed used yang memadukan kawasan hunian dan komersial. (*)
@dwitya_putra14
Poin Penting Sebanyak 44 penerima beasiswa LPDP dijatuhi sanksi, 8 di antaranya wajib mengembalikan dana… Read More
Poin Penting IHSG sesi I 24 Februari 2026 ditutup melemah 0,26% ke posisi 8.374,66, dari… Read More
Poin Penting Utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada Desember 2025 tercatat USD31,75 miliar, turun… Read More
Poin Penting BGN menegaskan dana bahan baku MBG bukan Rp15.000, melainkan Rp8.000–Rp10.000 per porsi sesuai… Read More
Poin Penting PINTAR BI periode kedua untuk wilayah Jawa dibuka 24 Februari 2026 pukul 08.00… Read More
Poin Penting BI mengimbau penurunan suku bunga kredit, direspons PT Bank Central Asia Tbk (BCA)… Read More