Triwulan IV-2018, Defisit Transaksi Berjalan Naik Lagi Jadi USD9,1 Miliar
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat kredit perbankan mengalami perlambatan di Januari 2020. Penyaluran kredit tercatat sebesar Rp5.514,4 triliun atau hanya tumbuh 5,7% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 5,9% (yoy).
Berdasarkan data uang beredar M2 BI Periode Januari 2020 yang dikutip di Jakarta, Jumat, 28 Februari 2020 menyebutkan, perlambatan penyaluran kredit tersebut terjadi baik pada debitur korporasi maupun perorangan.
Kredit kepada korporasi melambat, dari 5,9% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 5,2% (yoy) pada Januari 2020. Kredit kepada perorangan juga melambat, dari 7,2% (yoy) pada Desember 2019 menjadi 6,6% (yoy).
Berdasarkan jenis penggunaan, perlambatan pertumbuhan kredit juga terjadi pada kredit investasi dimana Kredit investasi (KI) tercatat melambat, dari 12,8% (yoy) menjadi 10,1% (yoy) pada Januari 2020 terutama pada sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan, hotel, dan restoran (PHR).
Kl sektor industri pengolahan juga terlihat melambat, dari 4,4% (yoy) menjadi 1,3% (yoy) pada Januari 2020 terutama kredit yang disalurkan untuk subsektor industri semen, kapur dan gips di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Sementara itu, KI kepada sektor perdagangan, hotel dan restoran juga mengalami perlambatan, dari 10,4% (yoy) menjadi 5,0% (yoy) khususnya pada subsektor perdagangan eceran makanan. minuman, dan tembakau di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Di sisi lain, pertumbuhan kredit modal kerja dan kredit konsumsi mengalami peningkatan. Kredit modal kerja (KMK) meningkat, dari 2,2% (yoy) pada bulan Desember 2019 menjadi 3,0% (yoy) terutama terjadi pada sektor keuangan, real estat, dan jasa perusahaan serta sektor PHR. KMK sektor keuangan, real estat, dan jasa perusahaan meningkat, dari 2,7% (yoy) menjadi 4,1% (yoy).
KMK Sektor PHR meningkat, dari 1,4% (yoy) pada Desember 2019 menjadi 2,2% (yoy) pada bulan laporan. Sementara itu, pertumbuhan KK pada Januari 2020 tercatat sebesar 6,2% (yoy) lebih tinggi dari bulan sebelumnya 5,9% (yoy) yang disebabkan oleh kredit kredit kendaraan bermotor (KKB) serta kredit multiguna.
Sejalan dengan perlambatan total kredit, kredit properti pada Januari 2020 juga melambat dibandingkan bulan sebelumnya dari 9,7% (yoy) pada Desember 2019 menjadi 9,3% (yoy) pada Januari 2020 yang disebabkan oleh perlambatan kredit KPR/KPA, kredit konstruksi, serta kredit real estat.
Pertumbuhan kredit KPR/KPA juga masih melambat dari 8,0% (yoy) menjadi 7,7% (yoy) pada Januari 2020 yang disebabkan oleh kredit KPR tipe 22-70 di wilayah Jawa Barat dan Banten.
Sedangkan pada Kredit Konstruksi tercatat melambat dari 14,3% (yoy) pada Desember 2019 menjadi 13,6% (yoy) terutama pada subsektor bangunan jalan tol di wilayah DKI Jakarta dan Banten. Sementara itu, kredit real estate melambat dari 5.8% (yoy) menjadi 5,4% (yoy) pada Januari 2020 yakni pada subsektor real estate Gedung Perbelanjaan (Mal Plaza) di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Di tengah perlambatan penyaluran kredit secara umum, kredit kepada sektor UMKM pada Januari 2020 justru mengalami akselerasi dari 7,7% (yoy) menjadi 8,2% (yoy) pada Januari 2020.
Peningkatan pertumbuhan kredit UMKM bersumber dari seluruh jenis skala usaha baik kredit skala usaha mikro, kecil maupun menengah yang masingmasing tumbuh 13,5% (yoy), 11,2% (yoy), dan 3,3% (yoy), lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya sebesar 13,1 % (yoy), 10,5% (yoy), dan 2,8% (yoy). Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan terjadi pada kredit UMKM jenis penggunaan modal kerja.
Selain itu, pada transmisi dari penurunan suku bunga kebijakan Bank Indonesia masih berlanjut. Pada Januari 2020, rata-rata tertimbang suku bunga kredit tercatat sebesar 10,47%, turun 3 basis poin dibandingkan 10,50% bulan sebelumnya.
Demikian juga rata-rata tertimbang suku bunga simpanan berjangka mengalami penurunan pada sebagian besar tenornya. Suku bunga simpanan berjangka tenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan menurun, masing-masing dari 6,05%, 6,30%, 6,81%, dan 6,83% pada Desember 2019 menjadi 5,97%, 6,25%, 6,68%, dan 6,77% pada Januari 2020. Sementara itu, suku bunga simpanan berjangka tenor 24 bulan tercatat meningkat, dari 7,30% menjadi 7,32% pada Januari 2020. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More