News Update

BI Yakin Pertumbuhan Kredit Akan Pulih Q2 2017

Sebagai informasi, pertumbuhan kredit triwulan III-2016 tercatat 6,5%, lebih rendah dari pertumbuhan triwulan sebelumnya yang sebesar 7,9% (yoy). Sedangkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 3,2% (yoy), melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya 5,9% (yoy).

Bank Sentral berpandangan, bahwa perlambatan ini diperkirakan bersifat sementara terkait dengan pemenuhan kewajiban dalam rangka implementasi UU Pengampunan Pajak dan diperkirakan akan kembali meningkat pada akhir tahun.

Namun demikian, ketahanan sistem perbankan masih terjaga. Pada akhir kuartal III 2016, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat sebesar 22,3%, dan rasio likuiditas (AL/DPK) berada pada level 20,2%. (*)

(Baca juga: Pertumbuhan Kredit Perbankan Terendah Sejak 1998)

 

Editor: Paulus Yoga

Page: 1 2

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

11 hours ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

14 hours ago

Dapat Restu Prabowo, Purbaya Mau Caplok dan Ubah PNM jadi Bank UMKM

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More

14 hours ago

Rawan Kejahatan Siber, CIMB Niaga Perkuat Keamanan OCTO Biz dengan Sistem Berlapis

Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More

14 hours ago

Permudah Akses Investasi, KB Bank Syariah Hadirkan Deposito iB Online

Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More

15 hours ago

Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240,1 Triliun di Kuartal I 2026

Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More

15 hours ago