News Update

Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal IV-2025 Melesat 5,39 persen

Poin Penting:

  • Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025 Indonesia tumbuh 5,39% yoy, lebih tinggi dari kuartal III-2025 (5,04%) dan kuartal IV-2024 (5,02%).
  • Pertumbuhan masih sedikit di bawah perkiraan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebesar 5,45% yoy.
  • Pendorong Pertumbuhan didukung oleh konsumsi masyarakat, belanja pemerintah, dan peningkatan investasi, menandai pertumbuhan terkuat sejak kuartal III-2022.

Jakarta – Ekonomi Indonesia berhasil mencatat pertumbuhan 5,39 persen pada kuartal IV-2025 secara tahunan (year-on-year/yoy), melampaui laju kuartal III-2025 yang sebesar 5,04 perseb yoy dan jauh di atas realisasi periode sama tahun sebelumnya 5,02 persen yoy.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 bila dibandingkan dengan triwulan IV 2024 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,39 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, dalam rilis BPS, di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).

Baca juga: Purbaya Yakin Ekonomi RI Tembus 6 Persen di 2026: Menterinya Sekarang Lebih Baik

Meski tumbuh positif, realisasi ini masih di bawah proyeksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memperkirakan laju PDB kuartal IV-2025 sebesar 5,45 persen yoy.

“(Optimis) tumbuh 5,4 persen yoy di kuartal IV 2025. Kalau full year target pemerintah kan 5,2 persen yoy. Tapi kan kita nggak tahu, tergantung data BPS nanti, jadi saya enggak intervensi BPS,” kata Purbaya, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Rupiah Tertekan Dolar AS, Investor Wait and See Data Ekonomi RI Kuartal IV 2025

Sementara itu, Tim Ekonom atau Office of Chief Economist (OCE) Group Bank Mandiri memproyeksikan untuk kuartal IV 2025 ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 5,23 persen yoy. Utamanya didorong oleh pengeluaran pemerintah yang lebih kuat dan peningkatan aktivitas investasi.

“Ini diharapkan menandai pertumbuhan terkuat sejak kuartal ketiga tahun 2022, ketika aktivitas ekonomi pulih setelah pembukaan kembali pasca-pandemi,” kata Andry Asmoro, Kepala Ekonom Bank Mandiri dalam ketrangannya, dikutip, Rabu, 4 Februari 2026. (*)

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun ke PDB Nasional

Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More

17 mins ago

Maybank Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp1,66 Triliun pada 2025, Naik 48,5 Persen

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp1,66 triliun pada 2025, naik… Read More

44 mins ago

Viral Penusukan Nasabah oleh Debt Collector, OJK Panggil MTF

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More

2 hours ago

Akselerasi Alih Teknologi di KEK Batang, Ratusan Pekerja Lokal Dikirim Belajar ke China

Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More

3 hours ago

Komisi III DPR Dorong Class Action usai Kekerasan Debt Collector Berulang

Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More

3 hours ago

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

4 hours ago