Pedesaan; Realisasi dana desai. (Foto: Istimewa).
Kenaikan Dana Desa dalam RAPBN 2016 berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi desa hingga 6,5%. Apriyani Kurniasih.
Jakarta— Pertumbuhan ekonomi desa tengah mengalami perlambatan, akibat turunnya harga komoditas di pasar internasional. Pertumbuhan ekonomi desa hingga pertengahan 2015 hanya sekitar 4,8%.
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa, pemerintah meningkatkan jumlah dana desa pada RAPBN 2016. Peningkatannya cukup signifikan mencapai 126% dari Rp20,8 triliun pada 2015 menjadi Rp47 triliun.
Budiman Sudjatmiko, Anggota DPR RI yang juga adalah Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia mengungkapkan, kebijakan ini patut diapresiasi.
“Hemat saya ini adalah bentuk konsistensi pemerintahan Jokowi-JK untuk melaksanakan amanah Undang-undang No. 6/ 2014 tentang desa. Kebijakan ini menunjukkan langkah yang cukup signifikan untuk segera merealisasi Nawacita visi misi pemerintahan Jokowi-JK: “membangun Indonesia dari pinggiran”ujar Budiman.
Dari perhitungan yang dilakukan, tambah Budiman, efek langsung dari kebijakan ini adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa sebesar 0,78%. Jika dana tersebut dapat dialokasikan untuk usaha-usaha produktif baru di desa (misalnya, investasi pertanian, peternakan dan perikan) maka terdapat potensi efek rentetan (multiplier) sebesar 0,5-1%.
“Artinya jika dana desa dapat dikelola secara baik dan produktif maka terdapat potensi pertumbuhan ekonomi desa sebesar 6,5%, atau cukup untuk mengatasi permasalahan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang saat ini tengah terjadi di wilayah desa” terang Budiman.
Tantangan ke depan, menurut Budiman adalah, bagaimana agar anggaran tersebut dapat diserap secara optimal, tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk itu Presiden/Wakil Presiden dapat mendorong percepatan terbitnya peraturan-peraturan teknis ditingkat kementerian untuk menghindari mandeknya serapan anggaran.
“Selanjutnya adalah bagaimana agar realisasi anggaran tersebut dapat digunakan untuk sektor-sektor produktif, misalnya untuk peningkatan SDM melalui beasiswa bagi anak-anak desa berprestasi serta meningkatkan investasi produktif di pedesaan, misalnya, investasi pertanian, peternakan dan perikanan” pungkasnya.
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol menggunakan satu kartu e-Toll yang sama saat… Read More