News Update

Ada Pergeseran Dana Dari Bank Ke Pasar Modal

Jakarta – Penghimpunan dana oleh di pasar modal tercatat tumbuh sebesar 20 persen menjadi Rp197 triliun pada Oktober 2017, angka tersebut tercatat meningkat sebesar Rp34 triliun dibandingkan September 2017 yang hanya sebesar Rp163 triliun.

Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan Terintegrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Imansyah menilai, peningkatan tersebut akibat adanya pergeseran minat investor yang mengalihkan dananya dari bank ke pasar modal.

“Penghimpunan dana di pasar modal naik dari Rp34 triliun. Ini terlihat sudah mulai ada shifting, dari penyimpanan di bank beralih ke pasar modal,” ungkap Imansyah di Kantor Pusat OJK Jakarta, Jumat 24 November 2017.

Imansyah menilai, tumbuhnya angka penghimpunan dana di pasar modal berbanding terbalik dengan melambatnya pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan. Sebagai informasi, angka DPK perbankan bulan Oktober ini tercatat tumbuh hanya 10,9 persen (yoy) atau sebesar Rp326 triliun. Angka pertumbuhan tersebut cenderung melambat dari pertumbuhan September 2017 sebesar 11,6 persen (yoy).

Dirinya menilai, pergeseran tersebut juga dipengaruhi oleh angka suku bunga perbankan yang terus turun selama dua kali berturut-turut. Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Repo Rate (BI 7-day RR) sebanyak dua kali sepanjang tahun ini dimana pada saat ini, suku bunga acuan BI berada pada posisi 4,25 persen.

Dirinya mengatakan, meskipun terjadi pepindahan dana dari bank ke pasar modal, likuiditas perbankan masih terjaga untuk memenuhi target ekspansi penyaluran kredit.

“Kami tidak melihat akan terjadi pengetatan likuiditas gara-gara banyak DPK yang pindah ke pendanaan di pasar modal. Likuiditas masih memadai, terlihat dari Loan to Deposit Ratio (LDR) yang sebesar 88 persen,” tutup Imansyah.(*)

Suheriadi

Recent Posts

IHSG Ditutup Melonjak 2,52 Persen ke Level 8.122, BUMI Jadi Saham Teraktif

Poin Penting IHSG ditutup menguat 2,52 persen ke level 8.122,59 pada perdagangan 3 Februari 2026.… Read More

12 mins ago

Bank KBMI 2 di Jalan Terjal, tapi Masih Bertahan

Jakarta - Jalan terjal yang dilalui bank-bank KBMI 2 belakangan ini kelihatannya terasa makin berat.… Read More

31 mins ago

Skandal Emas Digital China Meledak, Investor Gagal Tarik Dana dan Emas Fisik

Poin Penting Platform emas digital JWR runtuh dan membekukan dana investor hingga puluhan triliun rupiah… Read More

43 mins ago

Gila! Tambang Emas Ilegal Putar Dana Rp992 Triliun, DPR: Jejaringnya Hidup dan Berkembang

Poin Penting Perputaran tambang emas ilegal melonjak hingga Rp992 triliun, menunjukkan praktik ilegal semakin masif… Read More

2 hours ago

Tak Ada Ampun, Eks Menteri Kehakiman China Dipenjara Seumur Hidup karena Korupsi

Poin penting Mantan Menteri Kehakiman China Tang Yijun divonis penjara seumur hidup atas kasus suap… Read More

2 hours ago

Laba Bersih BNI Tembus Rp20 Triliun pada 2025, Kredit Melaju 15,9 Persen

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp20 triliun sepanjang 2025, ditopang pertumbuhan kredit 15,9% ke… Read More

3 hours ago