News Update

Pertebal Modal, Bank Sumut Siap Naik Kelas ke KBMI II

Poin Penting

  • Pemegang saham Bank Sumut (Perseroda) sepakat memperkuat modal melalui pengembalian 15 persen dividen sebagai tambahan setoran serta injeksi modal
  • Langkah ini ditujukan untuk mendorong kenaikan status ke KBMI II, dengan kebutuhan tambahan modal sekitar Rp800 miliar dari posisi modal inti saat ini Rp5,4 triliun
  • Penguatan modal akan difokuskan untuk ekspansi pembiayaan sektor produktif, peningkatan layanan, dan memperkuat peran Bank Sumut sebagai penggerak ekonomi daerah.

Jakarta – Pemegang saham PT Bank Sumut (Perseroda) sepakat memperkuat struktur permodalan guna mendorong transformasi bisnis sekaligus naik kelas ke kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) II. 

Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang digelar di Medan, Senin (6/4).

Adapun, langkah penguatan modal tersebut ditempuh melalui pengalokasian kembali 15% dividen sebagai tambahan setoran modal oleh seluruh pemerintah daerah pemegang saham. 

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara turut menambah modal sebesar Rp100 miliar, disusul Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan sebesar Rp70 miliar.

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengatakan, kebijakan ini mencerminkan komitmen kuat pemegang saham dalam memperkuat peran Bank Sumut sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Baca juga: Komisi II Apresiasi Digitaliasi Bank Sumut, Layanan Makin Cepat dan Efisien

“Dari dividen yang dibagikan, 15 persen kami kembalikan sebagai setoran modal, dan kami dari provinsi juga menambah Rp100 miliar,” ujar Bobby dinukil laman Bank Sumut, Selasa, 7 April 2026.

Diketahui, modal inti Bank Sumut saat ini sekitar Rp5,4 triliun. Untuk bisa naik ke KBMI II dibutuhkan tambahan sekitar Rp800 miliar guna memenuhi ketentuan modal inti minimal Rp6 triliun sesuai target regulator pada 2029.

“Masih diperlukan sekitar Rp800 miliar lagi, dan ini akan kita capai melalui sinergi seluruh pemerintah daerah. Bank Sumut harus tumbuh lebih kuat agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian daerah,” tegasnya.

Sementara Direktur Utama PT Bank Sumut (Perseroda), Heru Mardiansyah, menegaskan bahwa hasil RUPS ini menjadi turning point penting dalam memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan daya saing Bank Sumut di industri perbankan nasional.

Baca juga: DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

“Keputusan strategis ini mencerminkan kepercayaan dan komitmen kuat para pemegang saham terhadap kinerja Bank Sumut. Penguatan modal tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga secara langsung meningkatkan nilai investasi pemerintah daerah sebagai pemegang saham,” ujar Heru.

Ia menambahkan, tambahan modal akan difokuskan untuk memperbesar kapasitas intermediasi, khususnya dalam pembiayaan sektor produktif dan program prioritas pemerintah daerah, sehingga Bank Sumut semakin optimal menjalankan perannya sebagai katalis pertumbuhan ekonomi regional.

“Dengan dukungan pemegang saham, kami akan memperkuat penghimpunan dana murah, memperluas inovasi layanan, serta menghadirkan produk yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di daerah,” jelasnya.

Heru juga menegaskan bahwa Bank Sumut akan terus mengedepankan prinsip pertumbuhan yang sehat, berkelanjutan, dan inklusif, sejalan dengan visi menjadi bank andalan daerah yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami optimistis, dengan sinergi yang solid antara manajemen dan seluruh pemegang saham, target penguatan modal inti sesuai ketentuan regulator dapat tercapai tepat waktu. Ini menjadi fondasi penting bagi Bank Sumut untuk melangkah lebih agresif, adaptif, dan kompetitif ke depan,” tandasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Wacana Potong Gaji Menteri, Purbaya: Mungkin 25 Persen

Poin Penting Wacana pemotongan gaji menteri dan DPR masih dalam pembahasan. Menteri Keuangan Purbaya memperkirakan… Read More

8 mins ago

Ditopang Manufaktur, Laba BELL Naik 9 Persen jadi Rp12,57 Miliar di 2025

Poin Penting Trisula Textile Industries mencatat laba bersih Rp12,57 miliar pada 2025, naik 9 persen… Read More

11 mins ago

Bank Aladin Syariah Cetak Rapor Biru di 2025, Laba Melonjak 304 Persen jadi Rp150,71 Miliar

Poin Penting Bank Aladin Syariah berbalik dari rugi Rp73,73 miliar (2024) menjadi laba Rp150,71 miliar… Read More

21 mins ago

Harga Plastik Naik, Anggota DPR Desak Pemerintah Lindungi UMKM

Poin Penting: Anggota DPR mendesak pemerintah segera intervensi pasar menyusul harga plastik naik yang membebani… Read More

26 mins ago

BGN Sebut 21.801 Motor untuk SPPG Belum Dibagikan, Ini Alasannya

Poin Penting: BGN telah merealisasikan pengadaan 21.801 motor untuk kepala SPPG, namun belum didistribusikan. Seluruh… Read More

43 mins ago

Gandeng 4 K/L, BPJS Kesehatan Perluas Layanan JKN hingga Pedesaan

Poin Penting Kolaborasi BPJS Kesehatan dengan empat K/L bertujuan memperkuat interoperabilitas data dan meningkatkan kepesertaan… Read More

50 mins ago