Market Update

Pertebal Kepemilikan, Anak Usaha Grup Astra Borong 534,81 Juta Saham MMLP

Poin Penting

  • Anak usaha Astra ini membeli 534,81 juta saham MMLP pada 30 Desember 2025 dengan harga Rp580 per saham untuk tujuan investasi langsung.
  • Porsi saham Saka Industrial Arjaya di MMLP naik dari 83,67 persen menjadi 91,43 persen, sekaligus memperkuat posisi dan hak suara sebagai pengendali.
  • Saka menegaskan akan terus mengendalikan MMLP, emiten properti logistik modern yang mencatat pendapatan Rp343 miliar dan aset Rp6,5 triliun pada 2024.

Jakarta – Anak usaha PT Astra International Tbk, PT Saka Industrial Arjaya, menambah kepemilikan sahamnya di PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP).

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip 6 Januari 2025, Saka Industrial Arjaya membeli sebanyak 534,81 juta saham MMLP pada 30 Desember 2025 dengan harga Rp580 per saham.

“Tujuan transaksi investasi. Status kepemilkan langsung,” tulis manajemen Saka Industrial Arjaya.

Baca juga: Intip Gerak Saham Asuransi Jelang Batas Pemenuhan Modal Minimum
Baca juga: Lepas 8,29 Juta Saham YOII, Dana Pensiun BPD Jateng Kantongi Cuan Hampir Rp1 Miliar

Dengan transaksi ini, kepemilikan saham Saka Industrial Arjaya di MMLP meningkat dari sebelumnya 5,76 miliar saham atau setara 83,67 persen menjadi 6,29 miliar saham atau 91,43 persen dari total saham beredar. Seiring kenaikan tersebut, hak suara perseroan juga ikut bertambah.

Dalam keterbukaan informasi itu, Saka Industrial Arjaya menegaskan statusnya sebagai pengendali MMLP dan menyatakan akan tetap mempertahankan pengendalian atas perusahaan properti dan logistik tersebut ke depan.

Diketahui, MMLP merupakan perusahaan publik pertama yang menyediakan layanan pengelolaan dan penyewaan properti logistik modern.

Keahlian mereka terletak dalam mengembangkan, memiliki, dan mengoperasikan properti logistik dan perkantoran kelas atas, yang dirancang untuk memenuhi standar MNC internasional dan 3PL.

Berdasarkan laman perseroan, MMLP mencatatkan pendapatan Rp343 miliar pada 2024, dengan EBITDA sebesar Rp241 miliar. Adapun aset perseroan hingga 2024 mencapai Rp6,5 triliun. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

Implementasi PP 43 Tahun 2025 Bawa Kabar Baik bagi Profesi Akuntan

Poin Penting Sistem pelaporan keuangan satu pintu meningkatkan kebutuhan akuntan publik dan membuka prospek karier… Read More

50 mins ago

Kemenkop Beri Relaksasi Kredit dan Pendampingan Koperasi Terdampak Bencana

Poin Penting Pendampingan dilakukan bagi koperasi eksisting dan Kopdes/Kel Merah Putih di Aceh, Sumut, dan… Read More

1 hour ago

Purbaya Terbitkan Aturan Relaksasi Dana Transfer ke Daerah Terdampak Bencana Sumatera

Poin Penting PMK Nomor 102 Tahun 2025 diterbitkan untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascabencana… Read More

2 hours ago

RUPSLB BTN Putuskan Tambah Komisaris Baru

Dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tersebut memutuskan penambahan satu anggota dewan… Read More

4 hours ago

KPPU Tutup 2025 dengan Denda Persaingan Usaha Hampir Rp700 Miliar

Poin Penting Sepanjang 2025, KPPU menjatuhkan 13 putusan dengan total denda Rp698,5 miliar, didominasi perkara… Read More

5 hours ago

Gebyar Awal Tahun, PLN Beri Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen

Poin Penting Promo tambah daya PLN diskon 50 persen berlaku 7–20 Januari 2026 melalui aplikasi… Read More

5 hours ago