Nasional

Pertamina EP Genjot Bisnis Rendah Karbon

Poin Penting

  • Pertamina EP kembangkan bisnis rendah karbon termasuk CCUS dan program lingkungan untuk dukung target emisi nol bersih 2060.
  • Perusahaan menekankan tata kelola yang baik, keberlanjutan operasi, dan kepatuhan standar global.
  • Tahun 2024 Pertamina EP raih laba Rp7,91 triliun, produksi minyak 65.482 BOPD dan gas 809,40 MMSCFD.

Jakarta – PT Pertamina EP (PEP) terus menggenjot pengembangkan low carbon businesses (bisnis rendah karbon) sebagian bagian dari dukungan perseroan terhadap transisi energi nasional.

Senior Manager Relations Pertamina EP Rian Dhanisaputra mengatakan, bisnis rendah karbon yang dikembangkan tersebut termasuk inisiatif bisnis hijau baru, seperti Penangkapan, Pemanfaatan, dan Penyimpanan Karbon (CCUS), serta menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang selaras dengan target Emisi Nol Bersih 2060.

“Upaya ini menjadi langkah strategis Perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang dan memperkuat keberlanjutan operasi, “ ujarnya, Rabu, 10 Desember 2025.

Baca juga : Pertamina EP Cetak Laba Rp7,91 Triliun di 2024, Melesat 125 Persen

Sejalan dengan itu, Direktur Utama PT Pertamina EP Rachmat Hidajat menegaskan bahwa aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola sebagai bagian dari strategi perusahaan. 

“Sesuai visi perusahaan, Pertamina EP menegaskan bahwa standar operasi yang berkelanjutan, kualitas layanan, keselamatan, serta kepatuhan terhadap regulasi dan standar global merupakan bagian tak terpisahkan dari penciptaan nilai bagi pemangku kepentingan kami,” kata Rachmat. 

Menurutnya, dengan fokus pada tata kelola yang baik, Pertamina EP terus bergerak maju menghadirkan energi bagi negeri dan mendukung transisi energi.

Komitmen Pertamina EP terhadap program berkelanjutan pun diganjar penghargaan Annual Report Award (ARA) 2024. Pada ajang tersebut, PEP berhasil meraih Juara 2 pada kategori Perusahaan BUMN Non Keuangan, melanjutkan capaian positif yang telah diraih pada ARA 2023. 

Baca juga: DPR Soroti Kompensasi Subsidi BBM, Pertamina Diminta Lebih Jeli

“Pertamina EP terus menjaga integritas dalam pelaporan serta memastikan seluruh informasi yang disampaikan relevan, akurat, dan mencerminkan kinerja Perusahaan secara utuh,” beber Rachmat. 

Kinerja Keuangan dan Produksi

Dalam laporan Tahunan Tahun Buku 2024, PT Pertamina EP (PEP) mencatatkan kinerja impresif tahun buku 2024, dengan raihan laba sebesar USD483 juta atau setara Rp7,91 triliun (kurs Rp16.382 per dolar AS). Raihan laba ini melesat 125 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. 

Pada periode tahun yang sama, Pertamina EP juga mencatatkan produksi sebesar 65.482 barel minyak per hari (BOPD) dan 809,40 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD), setara dengan total 205,18 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Kemenkop Luruskan Isu Bentrokan Desa yang Dikaitkan Kopdes Merah Putih

Poin Penting Kementerian Koperasi Republik Indonesia menegaskan pembangunan Kopdes Merah Putih hanya di lahan bebas… Read More

7 mins ago

Bukti Potong PPh 21 Pensiun Kini Bisa Diunduh Online, Ini Cara Aksesnya

Poin Penting Bukti potong PPh 21 pensiun kini dapat diunduh secara daring melalui layanan TOOS… Read More

40 mins ago

Hasan Fawzi Kini Resmi Jabat Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK

Poin Penting Hasan Fawzi mengucapkan sumpah jabatan sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif… Read More

1 hour ago

Sah! Friderica Widyasari Dewi Resmi Jadi Ketua OJK Periode 2026-2031

Poin Penting Mahkamah Agung Republik Indonesia resmi melantik Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner… Read More

1 hour ago

MA Lantik 7 Dewan Komisioner OJK Periode 2026-2031, Ini Daftar Lengkapnya

Poin Penting Mahkamah Agung RI melantik tujuh Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 di Jakarta pada… Read More

2 hours ago

DJP Catat 8,8 Juta SPT Tahunan Masuk per 24 Maret, Aktivasi Coretax Tembus 16,7 Juta

Poin Penting Pelaporan SPT Tahunan mencapai 8,8 juta hingga 24 Maret 2026, dengan aktivasi Coretax… Read More

2 hours ago