News Update

Pertamina EP Cetak Laba Rp7,91 Triliun di 2024, Melesat 125 Persen

Jakarta - PT Pertamina EP (PEP) mencatatkan kinerja impresif tahun buku 2024, dengan raihan laba sebesar USD483 juta atau setara Rp7,91 triliun (kurs Rp16.382 per dolar AS). Raihan laba ini melesat 125 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. 

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pertamina EP Muhamad Arifin mengungkapkan sejumlah capaian signifikan di bidang operasional pada tahun buku 2024. 

"Di tengah gejolak pasar energi global dan tuntutan dekarbonisasi, Pertamina EP tetap mampu menunjukkan perannya sebagai tulang punggung produksi energi migas nasional,” jelas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Rabu, 18 Juni 2025.

Baca juga: RUPS PLN: Darmawan Prasodjo Tetap Dirut, Wamensesneg Bambang Eko Diangkat Jadi Komisaris

Ia merinci, kinerja positif tersebut meliputi pelaksanaan survei seismik 2D sepanjang 234 kilometer (km) dan survei seismik 3D seluas 641,08 km persegi, yang berkontribusi pada penemuan sumber daya 2C sebesar 222,86 juta barel setara minyak (MMBOE), serta tambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 94,76 MMBOE.

Pertamina EP juga mengoperasikan 22 lapangan yang berlokasi di 13 provinsi, yang tersebar dari utara Sumatra hingga barat Papua.

Pada tahun buku 2024, Pertamina EP mencatatkan produksi sebesar 65.482 barel minyak per hari (BOPD) dan 809,40 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD), setara dengan total 205,18 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). 

Kinerja tersebut didukung oleh kegiatan pengeboran 8 sumur eksplorasi dan 112 sumur pengembangan, yang dicapai melalui prinsip OTOBOSOR (on time, on budget, on schedule, on return atau tepat waktu, tepat anggaran, tepat waktu, tepat hasil). 

Page: 1 2

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

17 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

17 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

1 day ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

1 day ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

1 day ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

1 day ago