Peluncuran Surat Berharga Komersial (SBK) BRI. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI resmi menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) senilai Rp500 miliar. Penerbitan ini menegaskan peran strategis BRI sebagai market leader dalam pengembangan pasar keuangan nasional sekaligus mendukung pengelolaan likuiditas jangka pendek yang berkelanjutan. Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam pendalaman pasar keuangan.
SBK BRI memperoleh peringkat IdA+ (highest sort term rating) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), setara dengan peringkat AAA untuk surat utang jangka panjang. Peringkat ini mencerminkan kemampuan BRI dalam memenuhi kewajiban keuangan secara tepat waktu.
Baca juga: BRI Siap Terbitkan Surat Utang hingga Rp11,5 Triliun
Dalam penerbitan ini, BRI bertindak sebagai penerbit dan bekerja sama dengan BRI Danareksa Sekuritas selaku arranger. Dengan demikian, BRI menjadi bank pertama di Indonesia yang menerbitkan SBK sesuai Peraturan Anggota Dewan Gubernur No. 13 tahun 2024 tentang Transaksi Pasar Uang.
SBK BRI ditawarkan dalam empat tenor, yakni tenor 1 bulan dengan tingkat diskonto 4,5 persen, 3 bulan sebesar 4,60 persen, 6 bulan sebesar 4,85 persen, dan 12 bulan sebesar 4,95 persen.
Instrumen tersebut dirancang sebagai alternatif pendanaan jangka pendek sekaligus memperkuat instrumen pasar uang yang transparan dan kredibel.
Baca juga: Penyaluran KUR BRI Tembus Rp163,38 Triliun, Jangkau 3,5 Juta Debitur
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menyampaikan, penerbitan SBK menjadi solusi pendanaan jangka pendek yang efisien bagi perseroan serta memberikan pilihan investasi berimbal hasil kompetitif bagi investor.
“Kami meyakini bahwa keberhasilan penerbitan SBK BRI ini menjadi langkah awal dalam memperkuat peran BRI pada pengembangan instrumen pasar uang nasional. Ke depan, BRI akan terus mendorong inovasi produk, memperluas basis investor, serta memastikan seluruh inisiatif pembiayaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan tata kelola yang baik,” ujar Hery dalam keterangan resmi, Selasa, 13 Januari 2026.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengapresiasi penerbitan SBK BRI sebagai bentuk nyata peran perbankan dalam mendorong pendalaman pasar uang nasional.
“OJK memandang peluncuran SBK BRI sebagai langkah strategis dalam memperkaya instrumen pasar uang nasional, meningkatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan di sektor perbankan, serta memperkuat peran instrumen pasar sebagai mekanisme disiplin pasar,” paparnya.
Baca juga: BRI Bukukan Laba Rp45,44 Triliun per November 2025
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti menilai pendalaman pasar uang semakin penting di tengah ketidakpastian global. Kehadiran SBK BRI dinilai memperkuat struktur pendanaan perbankan sekaligus menambah pilihan investasi jangka pendek bagi investor.
“Bank Indonesia mengapresiasi peran BRI yang selama ini konsisten mendukung pengembangan pasar keuangan nasional. Upaya bersama dalam memperdalam pasar keuangan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan,” ujar Destry.
Sebagai catatan, sepanjang 2016-2025 BRI secara rutin menerbitkan surat utang rupiah dengan peringkat tertinggi dari Pefindo. Hal ini mencerminkan permodalan yang kuat, kualitas aset terjaga, dan komitmen BRI dalam menjaga kepercayaan investor. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting PAAI mendesak pemerintah meninjau ulang kebijakan pajak agen asuransi karena dinilai tidak adil,… Read More
Poin Penting Allianz Indonesia memperkuat kanal keagenan (ASN) dan bancassurance melalui kickoff awal 2026 untuk… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup flat melemah di level 8.884,62 pada sesi I perdagangan… Read More
Poin Penting Pelaporan SPT via Coretax capai 126.796 SPT hingga 12 Januari 2026 pukul 14.00… Read More
Poin Penting DBS Bank memproyeksikan IHSG menguat ke level 9.800 pada 2026, ditopang fundamental pasar… Read More
Poin Penting IHSG berbalik menguat pada pembukaan perdagangan 13 Januari 2026, naik 0,56 persen ke… Read More