Ekonomi dan Bisnis

Persyaratan Belum Terpenuhi, Akuisisi 7-Eleven oleh CPIN Molor

Jakarta – PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mengaku, proses akuisisi perusahaan retail 7-Eleven oleh CPIN belum akan terealisasi dalam waktu dekat ini, lantaran masih banyaknya beberapa persyaratan yang belum terpenuhi.

Presiden Direktur Charoen Pokphand Indonesia Tjiu Thomas Effendy mengatakan, ‎perseroan belum dapat membicarakan terlalu detail mengenai strategi dalam mengakuisisi 7-eleven yang saat ini haknya dipegang oleh PT Modern International Tbk (MDRN).

‎”Perjanjian jual beli itu dalam akuisisi masih dalam kondisi kondisioner, ada beberapa persyaratan yang harus terpenuhi sehingga terjadi transaksi efektif,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 23 Mei 2017.

Dia mengungkapkan, ‎salah satu syarat yang harus dipenuhi yaitu penandatanganan master franchise agreement dengan pemilik waralaba 7-eleven yakni 7 Eleven Inc. Menurutnya, hal ini harus terpenuhi agar persyaratan lainnya bisa dilaksanakan juga.

‎”Kalau ini sudah tercapai, ada persyaratan-persyaratan lainnya, sehubungan dengan peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” ucap Thomas.

Sebagai informasi, PT Modern InternationaL menjual bisnis restoran dan convenience store (toko modern) dengan merek waralaba 7-Eleven kepada Charoen Pokphand Indonesia senilai Rp1 triliun. Penjualan bisnis beserta aset tersebut melalui anak usahanya yakni PT Modern Sevel Indonesia (MSI) kepada anak usaha CPIN yaitu PT Charoen Pokphand Restu Indonesia (CPRI).

Penandatangan perjanjian akuisisi bisnis oleh kedua belah pihak telah dilakukan pada 19 April 2017 silam. Perjanjian ini termasuk kedalam akuisisi bersyarat. Transaksi ini sendiri direncanakan dapat selesai sebelum 30 Juni 2017 apabila prasyarat pelaksanaan transaksi sudah terpenuhi. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

BEI Kembali Bernegosiasi dengan MSCI pada Rabu (11/2), Ini Poin yang Bahas!

Poin Penting BEI bersama SRO dan OJK akan kembali bertemu MSCI pada 11 Februari 2026… Read More

26 mins ago

Survei BI: Indeks Keyakinan Konsumen Januari 2026 Naik Jadi 127,0

Poin Penting IKK Januari 2026 naik ke 127,0 (dari 123,5), mencerminkan keyakinan konsumen yang tetap… Read More

42 mins ago

Bank KBMI 4 Main Universal Banking, Tetap Dominan tapi Makin Homogen

Poin Penting Total aset empat bank besar (Mandiri, BRI, BCA, BNI) mencapai Rp6.696,52 triliun atau… Read More

59 mins ago

BRImo Cetak 5,6 Miliar Transaksi di 2025, Nilainya Tembus Rp7.057 Triliun

Poin Penting Sepanjang 2025, BRImo melayani 5,60 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp7.057 triliun, tumbuh… Read More

1 hour ago

OJK Sanksi Emiten REAL dan PIPA usai Langgar Aturan Pasar Modal

Poin Penting OJK menjatuhkan sanksi administratif kepada PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL), PT Multi… Read More

3 hours ago

IHSG dan Kurs Rupiah Tumbang: Paradoks Pertumbuhan Ekonomi

Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga PELEMAHAN nilai tukar rupiah terjadi secara berkelanjutan sejak… Read More

3 hours ago