News Update

Persaingan Makin Ketat, Perbarindo DKI Dorong BPR Jaga Loyalitas Nasabah

Poin Penting

  • Loyalitas nasabah jadi kunci daya saing BPR, dengan dua faktor utama: kenyamanan layanan serta penambahan produk
  • Kepercayaan masyarakat menopang kinerja BPR Jakarta, sehingga tetap tumbuh positif meski persaingan ketat dan kondisi ekonomi bergejolak
  • Kinerja BPR DKI Jakarta melampaui nasional, tercermin dari pertumbuhan kredit 8,02 persen yoy, DPK 4,66 persen yoy, dan lonjakan laba hingga 340,21 persen yoy per Oktober 2025.

Jakarta – Persaingan industri keuangan semakin ketat. Termasuk bank perekonomian rakyat (BPR), mereka harus bersaing dengan perusahaan pembiayaan dan fintech lending dalam menyalurkan pinjaman ke nasabah.

Demi menjaga peta persaingan, Henry Palthy, Ketua Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) DPD DKI Jaya dan sekitarnya, membeberkan dua faktor penting yang diharapkan bisa mendorong tingkat loyalitas nasabah untuk terus menggunakan servis bank rural.

“Pertama, itu harus ada kenyamanan yang dirasakan oleh nasabahnya. Kedua, adanya penambahan produk atau sesuatu benefit yang dirasakan oleh nasabah tersebut,” terang Henry di sela-sela perayaan Natal Perbarindo DPD DKI Jaya dan sekitarnya kepada Infobanknews, pada Jumat, 9 Januari 2026.

Baca juga: OJK Cabut Izin Usaha BPR Suliki Gunung Mas, Ini Alasannya!

Henry melihat, BPR-BPR di wilayah Jakarta punya segmentasi nasabah tersendiri dibanding dengan pesaingnya. Selama BPR mampu memberikan apa yang nasabah butuhkan, ia yakin pemain di industri bisa bersaing dengan pelaku keuangan lain.

Menurut Henry, kepercayaan nasabah terhadap BPR menjadi kunci di balik pertumbuhan BPR wilayah Jakarta yang terbilang bagus jelang akhir 2025, meskipun kondisi perekonomian dalam negeri bergejolak.

“Saya harap itu salah satu (alasannya) adalah kepercayaan masyarakat terhadap industri BPR. Walaupun mungkin secara nasional, bukan hanya BPR, tapi perekonomian kita juga mengalami sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspektasi,” bebernya.

Baca juga: OJK Setujui Konsolidasi 130 BPR/BPRS Sepanjang 2025

Kinerja BPR di DKI Jakarta

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Oktober 2025, BPR di Provinsi DKI Jakarta mampu mencatatkan kinerja yang positif. Bahkan, beberapa indikator tumbuh lebih tinggi dibandingkan industri BPR nasional.

Dari sisi intermediasi, misalnya, penyaluran kredit tumbuh 8,02 persen secara year on year (yoy) dari Rp3,70 triliun menjadi Rp3,99 triliun. Sebagai perbandingan, kredit industri BPR nasional tumbuh 5,64 persen (yoy) pada periode yang sama.

Selanjutnya, Dana pihak ketiga (DPK) mengalami kenaikkan 4,66 persen (yoy) menjadi Rp4,82 triliun. Angka ini lebih tinggi dibanding industri BPR nasional yang sebesar 3,96 persen (yoy).

Adapun total aset mencapai angka Rp7,37 triliun atau tumbuh 3,90 persen (yoy) dari periode sebelumnya. Berdasarkan hasil kinerja keuangan tersebut, laba BPR di Provinsi Jakarta melesat 340,21 persen (yoy) menjadi Rp22,36 miliar. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

SeaBank Kantongi Laba Rp678,4 Miliar pada 2025, Melesat 79 Persen

Poin Penting SeaBank mencatat laba bersih Rp678,4 miliar di 2025, tumbuh 79 persen yoy, melanjutkan… Read More

2 hours ago

Update Harga Emas Hari Ini (2/4): Antam, Galeri24, dan UBS Kompak Meroket

Poin Penting Harga emas di Pegadaian (Antam, Galeri24, UBS) kompak naik pada 2 April 2026,… Read More

2 hours ago

Peringati Hari Perempuan Internasional, Generali Indonesia Gelar Talkshow

Acara ini merupakan bagian dari perayaan Hari Perempuan Internasional 2026 dan wujud komitmen Generali Indonesia… Read More

2 hours ago

285 Saham Merah, IHSG Dibuka Melemah 0,65 Persen ke 7.138

Jakarta - Pada pembukaan perdagangan hari ini (2/4) pukul 09.06 WIB Indeks Harga Saham Gabungan… Read More

2 hours ago

IHSG Masih Rawan Terkoreksi, Berikut 4 Saham Rekomendasi Analis

Poin Penting IHSG masih rawan koreksi ke area 6.745–6.849, namun skenario terbaik berpotensi menguat ke… Read More

2 hours ago

Tangkap Potensi IPO WBSA, IPOT Permudah Akses Pembelian Investor Ritel

Poin Penting WBSA siap melantai di BEI dengan melepas 1,8 miliar saham (20,75 persen) di… Read More

4 hours ago