News Update

Persaingan Ketat, Artajasa Ekspansi ke Digital

Jakarta – Perusahaan penyedia layanan transaksi elektronis PT Artajasa Pembayaran Elektronis Tbk akan melakukan ekspansi bisnis layanan finansial teknologi (fintech). Strategi itu dilakukan perusahaan seiring ketatnya persaingan di industri pembayaran.

Direktur Utama Artajasa Bayu Hanantasena menilai, saat ini dengan makin berkembangnya teknologi, orang cenderung lebih memilih melakukan transaksi keuangan melalui ponsel ketimbang datang langsung ke Anjungan TunaI Mandiri.

“Artajasa lagi kembangkan itu, kita sudah mulai masuk terkoneksi ke arah digital termasuk fintech juga,” kata Bayu, Kamis, 1 Maret 2018 di The Ritz-Carlton, Jakarta.

Dengan merambah ke bisnis fintech, kata dia, perusahaan di tahun ini bisa lebih leluasa dalam melakukan persaingan. Sehingga dengan mengembangkan bisnis baru tersebut, perusahaan penyedia ATM Bersama ini berencana tidak akan menambah banyak ATM baru

Baca juga: Artajasa Siap IPO di Kisaran Harga Rp850-Rp1.250

“ATM-nya ga nambah terlalu banyak, karena orang sekarang pake smartphone, sudah berpindah ke situ. Kita antisipasi ke situ,” jelas dia.

Adapun salah satu kerja sama dalam mengembangkan layanan fintech tersebut ia menerangkan akan bekerjasama dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Go-Jek, di mana perusahaan menyediakan fitur layanan Go-Bills. Selain itu, kata dia, perusahaan juga menggandeng beberapa bank untuk mengembangkan layanan digital.

“Kami juga bekerja sama dengan beberapa bank untuk digital banking dan transfer payment,” jelas Bayu.

Sebagaimana diketahui, selain mengembangkan layanan fintech, perusahaan juga berfokus membangun ekosistem pembayaran digital. Di mana Artajasa menjadi salah satu perusahaan yang telah mendapatkan izin switching Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dari Bank Indonesia (BI).

Dengan ini, diharapkan perusahaan bisa semakin kompetitif di era integrasi gerbang pembayaran nasional tersebut. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Komisi III DPR Dorong Class Action usai Kekerasan Debt Collector Berulang

Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More

10 mins ago

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

1 hour ago

IHSG Perkasa di 8.322, CARS dan TKIM jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More

1 hour ago

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More

2 hours ago

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

2 hours ago

Mendes Minta Setop Izin Baru Alfamart-Indomaret di Desa, Ini Alasannya

Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More

2 hours ago