Moneter dan Fiskal

Perry Warjiyo Terpilih, Reformasi Kelembagaan Diharap Perkuat Sinergitas BI

Jakarta – Perry Warjiyo kembali terpilih sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) oleh Komisi XI DPR-RI seusai fit and proper test yang dilaksanakan Senin (20/3).

Kepala Ekonom PermataBank, Josua Pardede, menilai, terpilihnya Perry Warjiyo menjadi Gubernur BI periode 2023-2028 akan memberikan dampak positif bagi perekonomian terutama kebijakan moneter dan bauran kebijakan BI lainnya yang akan selaras dengan kebijakan BI saat ini.

“Penguatan kebijakan untuk kerjasama internasional dan reformasi kelembagaan diharapkan akan memperkuat sinergitas BI untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepannya,” ucap Josua kepada Infobanknews di Jakarta, 21 Maret 2023.

Selain itu, didukung juga dengan penguatan sinergi bersama pemerintah yakni koordinasi kebijakan fiskal-moneter, transformasi ekonomi, dan keuangan digital dan penyelarasan dengan reformasi struktural pemerintah.

“Misalkan untuk ekonomi hijau, hilirisasi industri manufaktur dan penguatan sektor keuangan diharapkan akan mendorong kebijakan BI dalam 5 tahun kedepan untuk mendukung upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mendekati level potensinya,” imbuhnya.

Adapun, Perry Warjiyo telah memaparkan tujuh strategi dan kebijakan BI dalam memperkuat ketahanan dan kebangkitan perekonomian nasional 2023-2028, diantaranya adalah penguatan kebijakan dan kelembagaan BI sesuai UU PPSK, penguatan bauran kebijakan BI untuk mendukung ketahanan dari dampak gejolak global dan kebangkitan ekonomi nasional.

Lalu, akselerasi digitalisasi sistem pembayaran untuk integrasi ekosistem ekonomi keuangan digital (EKD) dan Digital Rupiah dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pendalaman pasar uang untuk efektivitas kebijakan BI serta pembiayaan perekonomian berkelanjutan atau green and sustainable finance.

Kemudian, sinergi kebijakan dengan pemerintah dan mitra strategis untuk hilirisasi, serta ekonomi keuangan inklusi dan hijau, penguatan kebijakan dan sinergi dengan pemerintah dan mitra strategis lain untuk kerja sama dan hubungan internasional, serta transformasi kelembagaan untuk semakin memperkuat profesionalitas, tata kelola yang baik, dan akuntabilitas BI. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga: Perlu Penjelasan Soal Peran Danantara

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More

9 mins ago

Outlook Negatif dari Moody’s Jadi Alarm Keras untuk Kebijakan Prabowo

Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More

35 mins ago

Danamon Pede AUM Tumbuh 20 Persen di 2026, Ini Pendorongnya

Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More

2 hours ago

Moody’s Pangkas Outlook Indonesia dari Stabil Jadi Negatif

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More

2 hours ago

Fundamental Solid, Bank Mandiri Perkuat Intermediasi dan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Poin Penting Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen pada 2025, Bank Mandiri mencatatkan aset… Read More

3 hours ago

Masjid Istiqlal Jalin Sinergi dengan Forum Pemred

Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) bersinergi dalam diskusi bertema "Peran Masjid Istiqlal di Era Transformasi Digital… Read More

4 hours ago