News Update

Permudah Penyaluran Bansos, Limit e-Money Registered Jadi Rp10 Juta

Jakarta – Bank Indonesia (BI) sebagai regulator di sistem pembayaran memutuskan untuk menambah batas nominal dana yang dapat disimpan dalam uang elektronik (e-money) untuk jenis registered. Aturan terkait batas nominal dana yang disimpan dalam e-money ini akan segera diberlakukan dalam waktu dekat.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Enny V Panggabean mengatakan, aturan mengenai batas nominal e-money ini akan tertuang dalam Surat Edaran (SE) yang nantinya akan diinformasikan kepada bank-bank nasional yang memiliki uang elektronik.

“Batas uang elektronik registered akan jadi Rp10 juta. Tapi saat ini registered masih Rp5 juta dan dinaikkan menjadi Rp10 juta atau naik dua kali lipat. Ini akan diatur dalam SE dan tidak ada di dalam PBI No.18/17/PBI/2016,” ujarnya di Jakarta, Jumat, 9 Agustus 2016.

Sebagaimana diketahui, untuk saat ini batas nilai uang elektronik yang dapat disimpan dalam instrumen uang elektronik untuk jenis unregistered paling banyak adalah Rp1 juta, sedangkan untuk uang elektronik untuk jenis registered maksimal adalah Rp5 juta.

Menurutnya, penambahan batas nominal dana yang dapat disimpan dalam uang elektronik ini juga untuk mendukung arahan pemerintah terkait dengan bantuan sosial yang harus dilakukan secara non tunai. Dengan begitu, pemberian bantuan sosial yang diberikan pemerintah akan lebih tepat sasaran.

“Penggunaan yang unregistered itu rata-rata kecil paling tidak hanya Rp10 ribu, Rp20 ribu. Biasanya itu untuk naik busway, bayar tol, naik kereta, parkir dan sebagainya. Tapi kalau yang registered itukan bisa untuk bantuan sosial, jadi saya rasa kalau Rp10 juta itu cukup,” ucapnya.

Lebih lanjut dirinya mengingatkan, dengan adanya peningkatan batas nilai uang elektronik untuk jenis registered ini, diharapkan agar tidak digunakan untuk transaksi yang bersifat kejahatan seperti pencucian uang dan sebagainya. Di mana penambahan batas nominal uang elektronik ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat.

“Ini sudah naik. Karena uang elektronik ini untuk penggunaan yang masif. Kemudian ini dirasa bahwa kalau terjadi sesuatu jangan sampai ruginya terlalu banyak. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Catat Kinerja Solid di 2025, Tugu Insurance Terus Memperkuat Fundamental Bisnis

Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More

4 hours ago

Purbaya Pertimbangkan Barter Geo Dipa untuk Akuisisi PNM

Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More

4 hours ago

Resmi! BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Cek Nilai per Sahamnya

Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More

4 hours ago

Tren Kinerja Positif, Bank Banten Kelola RKUD Pemkab Serang

Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More

4 hours ago

Ahli Tegaskan Kasus Sritex Bukan Korupsi, Eks Dirut Bank Jateng Dinilai Tak Layak Dipidana

Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More

4 hours ago

OJK Siapkan Aturan Baru RBB, Begini Respons Purbaya

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More

6 hours ago