Masyarakat dianggap lebih sering jual emas jelang hari raya Idul Fitri. Apa penyebabnya? Dwitya Putra
Jakart–Direktur Utama PT Antam Tbk, Tedy Badrujaman mengakui permintaan akan emas batangan jelang hari raya idul fitri menurun.
Hal ini lantaran kebutuhan masyarakat di hari raya idul fitri meningkat. Bahkan masyarakat cenderung lebih memilih menjual emasnya untuk kebutuhan dan silaturahmi ke kampung halaman.
“Kami lebih banyak melakukan pembelian kembali, sebab mereka butuh uang untuk pulang kekampung,” kata Tedy di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Sayangnya saat ditanya berapa besar penurunannya, Tedy belum bisa menjelaskan secara kuantitas. Namun untuk meningkatkan antusias beli masyarakat, pihaknya tak segan-segan memberikan diskon di gerai penjualan emas batangan Antam.
Disamping itu, pihaknya juga mengadakan program ‘Brankas ‘ atau Berencana Aman kelola Emas. Program tersebut merupakan berupa layanan Layanan untuk konsumen yang merasa khawatir menyimpan emasnya dirumah.
Pasalnya, kata Tedy, saat ini ada harga emas dan biaya cetak ,maka dalam program Brankas ini tidak ada biaya cetak.
“Jika ikut program ini akan dapat menghemat dengan harga asli emas, “ ujarnya.
Strategi tersebut dilakukan perseroan untuk mendukung target penjualan 10 jutan ton emas ditahun 2015. Hingga kuartal I tahun ini telah realisasi penjualan telah mencapai 40% dari target. (*)
@dwitya_putra14
Poin Penting AFTECH berharap formasi baru Dewan Komisioner OJK dapat memperkuat kebijakan dan pengawasan industri… Read More
Poin Penting KPK mencatat 67,98% penyelenggara negara telah melaporkan LHKPN 2025 hingga 11 Maret 2026… Read More
Poin Penting Gubernur Babel mewajibkan ASN menggunakan sepeda atau kendaraan roda dua untuk menekan konsumsi… Read More
Poin Penting DPR meminta wacana belajar dari rumah untuk efisiensi energi dikaji hati-hati, karena berpotensi… Read More
Poin Penting PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan KPR subsidi Rp16,79 triliun kepada 122.838… Read More
Poin Penting Pelni mencatat penumpang arus balik mencapai 225.898 orang atau 67,5 persen hingga 26… Read More