Jakarta – PT Bank Permata Tbk atau PermataBank memprediksi Bank Indonesia (BI) pada tahun ini akan melakukan penurunan suku bunga dalam kisaran 25 hingga 50 basis poin (bps).
Chief Economist PermataBank, Josua Pardede, mengatakan penurunan suku bunga BI tersebut akan lebih terbuka jika keputusan The Fed pada tahun ini setidaknya melakukan pemangkasan suku bunga sebanyak 75 hingga 100 bps.
“Namun kami melihat ada potensi penurunan untuk suku bunga BI di tahun ini di dalam kisaran 25 sampai 50 basis point,” ucap Josua dalam PIER Economic Review: Mid-Year secara virtual di Jakarta, 8 Agustus 2024.
Baca juga: Banyak Bank Pasang Suku Bunga Deposito Tinggi, BCA Digital: Arah Kami Tidak ke Sana
Josua menambahkan, BI memang berpeluang untuk menurunkan suku bunga. Namun dalam hal ini, BI kemungkinan besar tidak akan mendahului pemangkasan suku bunga dari The Fed.
“Sehingga pakemnya adalah BI akan melakukan penyesuaian suku bunga atau pemangkas suku bunga, ruangnya itu akan cukup terbuka setelah Fed menurunkan suku bunganya sehingga memang tentunya ini kita akan melihat bagaimana dinamika dan juga asesmen dari Fed di dalam meeting FMOC berikutnya,” imbuhnya.
Baca juga: BI Diramal Bakal Pangkas Suku Bunga 25 Bps di Akhir 2024
Ia menjelaskan berdasarkan data pada terakhir 7 Agustus, pasar melihat peluang The Fed untuk menurunkan suku bunganya akan terjadi pada September sebanyak 50 bps. Kemudian, akan dilanjutkan pada November sekitar 20 bps, dan terakhir di Desember sebanyak 25 bps.
Namun, perkiraan pasar tersebut masih akan bergantung pada perkembangan data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) ke depannya. Selain itu, juga melihat hasil politik pemilihan presiden AS yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi AS. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More