Jakarta – Saat pandemi COVID-19, PermataBank melakukan kiat-kiat dengan mengutamakan keselamatan para karyawan dan nasabahnya. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama PermataBank, Ridha DM Wirakusumah, dalam Webinar dan e-Awarding 17th Infobank – MRI Banking Service Excellence Awards 2020: Banking Challenges “The Effectiveness of Crisis Response and Digitalization”, hari Kamis, 23 Juli 2020.
“Yang kami lakukan di PermataBank dalam masa pandemi ini, yaitu nomor satu keselamatan karyawan, dan keselamatan nasabah. Tentunya kami juga harus melihat keberlanjutan bisnis, pengeluaran bisnis, dan termasuk juga bisnis dari nasabah-nasabah kami. Lalu, respon kepemimpinan yang cepat pun sangat dibutuhkan. Untuk melewati COVID-19 ini, kami tidak bisa menunggu. Kami lakukan WFH, speed operation, beli ratusan laptop agar semua orang bisa kerja secara virtual. Itu semua kami lakukan secara cepat dan menyeluruh sehingga eksekusi performance kami tidak terganggu,” ungkap Ridha, Kamis, 23 Juli 2020.
Selain itu, dalam menjaga bisnis agar tetap stabil, hal pertama yang dilakukan PermataBank adalah konsisten menjaga likuiditas dengan ketat. Loan Deposit Ratio (LDR) PermataBank yang berada di angka 80% pun terus dipertahankan. Karena, hal itu merupakan salah satu kunci paling penting untuk melewati masa-masa pandemi yang menurut Ridha, gawat ini.
“CAR atau Capital Adequacy Ratio kami sekarang sudah hampir 22%, lalu juga kualitas kredit. Setelah kami menjaga itu semua, kami percepat digitalisasi dari customer base. Kami mencoba tempatkan Permata Mobile X, sebagai bagian dari tindak lanjut kami mencoba bermain di digital,” pungkasnya. (*) Ayu Utami
Poin Penting: Trump mengeklaim AS mampu menghancurkan Iran dalam satu malam dan menyebut kemungkinan beraksi… Read More
Poin Penting Wacana pemotongan gaji menteri dan DPR masih dalam pembahasan. Menteri Keuangan Purbaya memperkirakan… Read More
Poin Penting Trisula Textile Industries mencatat laba bersih Rp12,57 miliar pada 2025, naik 9 persen… Read More
Poin Penting Bank Aladin Syariah berbalik dari rugi Rp73,73 miliar (2024) menjadi laba Rp150,71 miliar… Read More
Poin Penting: Anggota DPR mendesak pemerintah segera intervensi pasar menyusul harga plastik naik yang membebani… Read More
Poin Penting: BGN telah merealisasikan pengadaan 21.801 motor untuk kepala SPPG, namun belum didistribusikan. Seluruh… Read More