Perbankan

Permata Bank Pede Kredit Konsumer Tumbuh 10 Persen di 2026

Poin Penting

  • Permata Bank optimistis kredit konsumer tumbuh sekitar 10 persen pada 2026, dengan prospek lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya di berbagai segmen
  • Pertumbuhan didorong segmen SME, serta kredit kartu, personal loan, KPR, dan kredit kendaraan bermotor, dengan strategi berbasis transaksi dan layanan
  • Permata Bank menggandeng P2P lending untuk inklusi finansial dan melengkapi kapabilitas bank, serta memperkuat fokus sektor.

Jakarta – PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau Permata Bank optimis kredit konsumer bakal tumbuh 10 persen di tahun ini dari tahun sebelumnya.

“Untuk consumer credit kami tetap optimis ya, jadi kami memproduksikan itu pertumbuhan kurang lebih sekitar 10 persen. Tapi berbeda-beda ya, tergantung dari masing-masing segmen itu secara umumnya. Untuk dari sisi layanan dan lain sebagainya, secara umum kami merasa dan menilai bahwa tahun ini seharusnya lebih baik dari tahun lalu secara umum,” kata Haryanto, Division Head Consumer Lending Permata Bank kepada media di Jakarta, 14 Januari 2026.

Haryanto menambahkan pertumbuhan tersebut akan didukung oleh segmen pengusaha atau Small Medium Enterprises (SME) yang diproyeksi mengalami pertumbuhan lebih baik dari tahun lalu.

“Untuk credit card dan personal loan juga kami memprediksi masih bisa bertumbuh lebih baik dari tahun lalu dan juga untuk KPR dan kredit kendaraan bermotor, kami juga lebih optimis dibandingkan tahun lalu,” imbuhnya.

Baca juga: Permata Bank Bidik Pertumbuhan Kartu Kredit 20 Persen dari Travel Fair 2026

Strategi Dorong Kredit Konsumer

Untuk mendorong target tersebut, Permata Bank memiliki strategi yang berbeda. Dari sisi segmen pengusaha, pihaknya berharap dapat meraih dari transaksi usaha para nasabahnya melalui berbagai layanan yang diberikan seperti cash management hingga credit booking capital dan lain sebagainya. 

“Kalau untuk yang consumer lain, bukan hanya segmen dari pariwisata yang kami berikan juga contohnya, tapi kami juga fokus kepada segmen yang lain misalnya seperti otomotif, dengan menjadi main sponsor di Gaikindo Jakarta, karena kami juga komitmen untuk mengembangkan industri otomotif, mendukung dan mengembangkan industri otomotif,” ujar Haryanto.

Permata Bank juga melakukan kerja sama dengan peer to peer (P2P) lending sebagai bagian dari inklusi finansial yang berfokus pada kredit konsumer. Ini menjadi alternatif perseroan dalam menggarap segmen tertentu yang tak dapat dikelola secara langsung.

Baca juga: Outlook 2026: Akankah Belanja Konsumen Tetap Kuat? Perspektif Industri Asuransi Indonesia

Menurut Haryanto, P2P lending memiliki proporsi nilai unik atau daya tarik tersendiri untuk dapat bekerja sama, didukung dengan digital underwriting, platform, hingga bisnis model, sehingga dapat saling memberikan nilai tambah bagi kedua pihak. 

“Kalau saya rasa yang bank belum punya itu bisa di-complement oleh peer-to-peer, demikian juga peer-to-peer complement. Sisi dari kekuatan funding dari bank dan lain sebagainya, kekuatan banknya itu menjadi consideration,” tutupnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

4 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

5 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

5 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

11 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

12 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

12 hours ago