Perbankan

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting

  • Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum mengungkapkan jadwal peluncurannya
  • Kolaborasi dengan P2P lending terus diperkuat sebagai strategi inklusi finansial, terutama untuk menjangkau segmen kredit konsumer yang belum bisa digarap langsung oleh bank
  • Kredit konsumer ditargetkan tumbuh 10 persen pada 2026, setelah penyaluran kredit hingga sembilan bulan 2025 naik 5,4 persen (yoy) menjadi Rp158,9 triliun.

Jakarta – PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau Permata Bank menyatakan bahwa pihaknya saat ini mulai melakukan pengembangan untuk produk Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater.

Hal itu disampaikan langsung oleh Division Head Consumer Lending Permata Bank, Haryanto, usai Konferensi Pers Travel Fair Permata Bank-Japan Airlines di Jakarta, 14 Januari 2026.

“Kalau itu sedang kami assess, jadi yang paylater termasuk juga dari kebijakan terbaru dari regulator, itu kami sedang melakukan assessment untuk paylater,” ucap Haryanto.

Meski demikian, dirinya masih belum bisa menyampaikan lebih lanjut terkait kapan diluncurkannya produk paylater tersebut.

Baca juga: Permata Bank Bidik Pertumbuhan Kartu Kredit 20 Persen dari Travel Fair 2026

“(Itu kapan Pak?) Belum bisa saya sampaikan, nanti kalau sudah di-release nanti kami bisa sampaikan ya. Hasil assessment-nya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Permata Bank juga telah melakukan kerjasama dengan peer to peer (P2P) lending sebagai bagian dari inklusi finansial yang berfokus pada kredit konsumer.

Kerja sama dengan P2P lending itu menjadi salah satu alternatif perseroan dalam menggarap segmen tertentu yang tak dapat dikelola secara langsung oleh perseroan.

Menurut Haryanto, P2P lending memiliki proporsi nilai unik atau daya tarik tersendiri untuk dapat bekerjasama, didukung dengan digital underwriting, platform, hingga bisnis model, sehingga dapat saling memberikan nilai tambah bagi kedua pihak. 

Baca juga: Permata Bank Pede Kredit Konsumer Tumbuh 10 Persen di 2026

“Kalau saya rasa yang bank belum punya itu bisa di-complement oleh peer-to-peer, demikian juga peer-to-peer complement. Sisi dari kekuatan funding dari bank dan lain sebagainya, kekuatan banknya itu menjadi consideration,” tutupnya.

Permata Bank optimis kredit konsumer tahun ini akan mengalami pertumbuhan sekitar 10 persen dibanding 2025.

Diketahui, hingga sembilan bulan pertama di 2025, penyaluran kredit Permata Bank tercatat tumbuh 5,4 persen secara tahunan menjadi Rp158,9 triliun dibandingkan tahun lalu di periode yang sama. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

9 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

10 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

10 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

16 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

17 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

17 hours ago