Nasional

Perluas Partisipasi Publik, PT SMI Siap Terbitkan Obligasi hingga Rp10 Triliun di 2026

Poin Penting

  • PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) akan menerbitkan obligasi Rp8–Rp10 triliun sepanjang 2026 untuk memperkuat pendanaan.
  • Penerbitan kali ini membuka partisipasi masyarakat, tidak hanya investor korporasi.
  • Hingga 2025, total dana yang dihimpun dari obligasi telah melampaui Rp50 triliun.

Jakarta – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) berencana akan meluncurkan menerbitkan obligasi senilai Rp8 – Rp10 triliun sepanjang 2026.

Penerbitan obligasi sebagai upaya PT SMI dalam penguatan pendanaan berkelanjutan seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan nasional.

Menariknya, obligasi yang akan ditebitkan tak hanya difokuskan untuk korporasi, tapi memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisiasi.

Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, menjelaskan sejak 2018 perseroan telah konsisten menerbitkan obligasi. Kali ini, perseroan akan memperluas kesempatan bagi publik untuk memiliki obligasi perseroan.

Baca juga: Genap 17 Tahun, PT SMI Salurkan Pembiayaan Rp274,96 T untuk Pembangunan Nasional

“Sejak 2018 kita sudah terbitkan obligasi, tapi memang investornya sebagian besar korporasi, seperti perbankan, asuransi, hingga dana pinsiun. Sekarang kita ingin memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat umum untuk bisa ikut menikmati penerbitan obligasi ini,” jelas Reynaldi dalam konfrensi pers di Jakarta, 3 Maret 2026.

Lebih jauh Reynaldi menilai, keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting untuk memperluas kapasitas pendanaan pembangunan.

“Dengan memperbesar ruang partisipasi masyarakat, pembangunan dapat berlangsung lebih inklusif dan berkelanjutan tanpa bergantung pada satu atau dua sumber pembiayaan saja,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti mengatakan, penerbitan obligasi ini akan diterbitkan secara bertahap sepanjang 2026. Adapun nilai obligasi yang diterbitkan berada di kisaran Rp8 – Rp10 triliun.

“Rencana penerbitan obligasi tahun 2026 ini di kisaran Rp 8 triliun sampai Rp 10 triliun untuk penerbitannya,” jelasnya.

Dia melanjutkan, diversifikasi pendanaan akan menjadi fokus strategis perseroan ke depan. Salah satunya dengan membuka ruang bagi masyarakat ikut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional.

“Dengan portofolio pembiayaan yang menghasilkan multiplier effect besar terhadap perekonomian, kami memastikan setiap upaya pendanaan tetap relevan dan selaras dengan kebutuhan pembangunan,” jelasnya.

Baca juga: Pemda-BUMN Bisa Pinjam Dana APBN, Purbaya Beri Bunga 0,5 Persen

Sejak pertama kali menerbitkan obligasi pada 2014, PT SMI secara konsisten menjadi salah satu penerbit surat utang yang aktif di pasar domestik melalui berbagai instrumen, termasuk Green Bond, Sustainability Bond, Sukuk Mudharabah, serta penerbitan zero-coupon bond pertama perseroan pada 2025.

Hingga 2025, total dana yang dihimpun melalui penerbitan obligasi dalam negeri telah mencapai lebih dari Rp50 triliun. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

ASLC Kantongi Pendapatan Rp1 Triliun di 2025, Tumbuh 14,5 Persen

Jakarta - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengantongi pendapatan Rp1 triliun di sepanjang 2025… Read More

9 hours ago

Emiten Prajogo Pangestu (BREN) Bukukan Pendapatan USD605 Juta Sepanjang 2025

Poin Penting BREN mencatat pendapatan USD605 juta pada 2025, naik 1,4 persen yoy, ditopang kinerja… Read More

15 hours ago

Begini Jurus Maybank Indonesia Pacu Bisnis SME

Poin Penting Maybank Indonesia memperkuat pembiayaan SME dengan strategi Shariah First, menjadikan segmen syariah sebagai… Read More

15 hours ago

Waspada! OJK Ingat Risiko Pertukaran Data RI-AS

Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More

2 days ago

Menhub Dudy Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More

2 days ago

PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Poin Penting PLN siagakan SPKLU untuk mudik Lebaran 2026: Infrastruktur pengisian kendaraan listrik diperkuat, termasuk… Read More

2 days ago