Poin Penting
Jakarta – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) berencana akan meluncurkan menerbitkan obligasi senilai Rp8 – Rp10 triliun sepanjang 2026.
Penerbitan obligasi sebagai upaya PT SMI dalam penguatan pendanaan berkelanjutan seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan nasional.
Menariknya, obligasi yang akan ditebitkan tak hanya difokuskan untuk korporasi, tapi memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisiasi.
Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, menjelaskan sejak 2018 perseroan telah konsisten menerbitkan obligasi. Kali ini, perseroan akan memperluas kesempatan bagi publik untuk memiliki obligasi perseroan.
Baca juga: Genap 17 Tahun, PT SMI Salurkan Pembiayaan Rp274,96 T untuk Pembangunan Nasional
“Sejak 2018 kita sudah terbitkan obligasi, tapi memang investornya sebagian besar korporasi, seperti perbankan, asuransi, hingga dana pinsiun. Sekarang kita ingin memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat umum untuk bisa ikut menikmati penerbitan obligasi ini,” jelas Reynaldi dalam konfrensi pers di Jakarta, 3 Maret 2026.
Lebih jauh Reynaldi menilai, keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting untuk memperluas kapasitas pendanaan pembangunan.
“Dengan memperbesar ruang partisipasi masyarakat, pembangunan dapat berlangsung lebih inklusif dan berkelanjutan tanpa bergantung pada satu atau dua sumber pembiayaan saja,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti mengatakan, penerbitan obligasi ini akan diterbitkan secara bertahap sepanjang 2026. Adapun nilai obligasi yang diterbitkan berada di kisaran Rp8 – Rp10 triliun.
“Rencana penerbitan obligasi tahun 2026 ini di kisaran Rp 8 triliun sampai Rp 10 triliun untuk penerbitannya,” jelasnya.
Dia melanjutkan, diversifikasi pendanaan akan menjadi fokus strategis perseroan ke depan. Salah satunya dengan membuka ruang bagi masyarakat ikut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional.
“Dengan portofolio pembiayaan yang menghasilkan multiplier effect besar terhadap perekonomian, kami memastikan setiap upaya pendanaan tetap relevan dan selaras dengan kebutuhan pembangunan,” jelasnya.
Baca juga: Pemda-BUMN Bisa Pinjam Dana APBN, Purbaya Beri Bunga 0,5 Persen
Sejak pertama kali menerbitkan obligasi pada 2014, PT SMI secara konsisten menjadi salah satu penerbit surat utang yang aktif di pasar domestik melalui berbagai instrumen, termasuk Green Bond, Sustainability Bond, Sukuk Mudharabah, serta penerbitan zero-coupon bond pertama perseroan pada 2025.
Hingga 2025, total dana yang dihimpun melalui penerbitan obligasi dalam negeri telah mencapai lebih dari Rp50 triliun. (*)
Generali Indonesia resmi luncurkan GEN Syariah Perlindungan Aman, yang merupakan produk perlindungan jiwa berbasis syariah… Read More
Poin Penting GEN Syariah Perlindungan Aman menawarkan santunan jiwa yang bertumbuh hingga 250 persen serta… Read More
Poin Penting Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tetap meski konflik Amerika Serikat–Israel dan Iran… Read More
Poin Penting Momentum libur panjang mendorong lonjakan transaksi digital, terutama pembelian tiket, hotel, dan ritel,… Read More
Poin Penting OJK memetakan tiga risiko konflik AS-Israel vs Iran: lonjakan harga minyak, kenaikan inflasi… Read More
Poin Penting Pembiayaan multifinance capai Rp508,27 triliun per Januari 2026, tumbuh 0,78% yoy, dengan NPF… Read More