Jakarta – PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) (Jasindo) lakukan transformasi bisnis dari pola bisnis product oriented menjadi customer oriented. Hal ini dilakukan untuk melakukan perluasan pasar.
“Asuransi Jasindo berpindah dari product oriented ke customer oriented ini berarti juga mengubah struktur organisasi yang selama ini ada di Asuransi Jasindo. Jika tetap menggunakan model bisnis yang sama seperti sebelumnya dirasa kurang tepat. Diharapkan dengan pola ini Asuransi Jasindo dapat memimpin pasar dengan hasil yang maksimal pada tahun kedepannya,” kata Direktur Keuangan dan Investasi Asuransi Jasindo, Didit Mehta Pariadi di Bogor, Jumat (22/11).
Didit menjelaskan, customer korporasi yang selama ini merupakan existing customer akan ditawari paket, dengan premi bersaing. “Tetapi kita lakukan penetrasi pasar dengan menawarkan pertanggungan yang lain” tambah Didit.
Perubahan ini tidak serta merta mengubah pangsa pasar Asuransi Jasindo yang selama ini dengan korporasi-korporasi, namun dengan pola ini diharapkan perusahaan yang memercayakan asuransinya kepada Asuransi Jasindo juga akan melirik layanan asuransi lain yang Asuransi Jasindo miliki.
Kedepannya, Jasindo secara perlahan akan terus meningkatkan penetrasi di segmen ritel karena kedepannya Asuransi Jasindo tidak hanya ingin bertumpu pada bisnis korporasi tetapi jangka panjang segmen ritel memiliki potensi yang sangat besar. “Saat ini segmen ritel masih kecil yakni sekitar 20 persen. Pada 2024, kita akan tingkatkan menjadi sekitar 40 persen” jelas Didit.
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More
Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More
Poin Penting Rosan Roeslani menekankan ekonomi syariah mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian… Read More