Jakarta – Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) semakin bertumbuh setiap tahun sejalan dengan derasnya pembiayaan yang diberikan kepada masyarakat mikro.
Direktur Utama Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi menyebutkan, pihaknya menargetkan dapat memberikan fasilitas pembiayaan kepada 16 juta nasabah aktif hingga akhir 2024.
Jumlah tersebut naik sekitar 8,10 persen dibandingkan capaian 2023 yang 14,8 juta nasabah.
“Dan kami akan perluas area layanan, syukur-syukur bisa 6.250 kecamatan atau 6.300 kecamatan begitu juga dengan jumlah penyaluran,” ujarnya di ajang 13th Infobank – Isentia Digital Brand 2024 and The Best Reputable CEO in Digital Platform 2024, di acara Shangri La Hotel, Jakarta Pusat, pada Senin (1/4/2024).
Baca juga: Bos PNM Sabet Penghargaan The Best Reputable CEO in Digital Platform 2024 dari Infobank
Arif mengatakan, jumlah nasabah pembiayaan Mekaar sudah mencapai 20,1 juta orang wanita. Adapun, per Maret 2024, jumlah nasabah Mekaar yang aktif tercatat melesat hingga mencapai 15,2 juta nasabah. Bahkan, tidak sedikit nasabah Mekaar yang telah naik kelas sehingga beralih ke program kredit KUR dari BRI.
“Sedangkan 1,2 juta nasabah naik kelas ke BRI dan Pegadaian di 2023. Bahkan di 2024 ini sudah ada sekitar 700.000 yang naik kelas sampai dengan Triwulan I/2024 untuk KUR dan komersial mikro BRI, karena plafon-nya sudah tinggi,” jelasnya.
Baca juga: Lampaui Grameen Bank, Nasabah PNM Mekaar Kini Tembus 15,2 Juta UMKM
Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) telah dimulai sejak 2016 yang bertujuan menjadikan masyarakat mikro dan UMKM semakin tumbuh dan berkembang. Berbekal digitalisasi, PNM Mekaar telah menjangkau 6.165 kecamatan, 435 kabupaten kota di 35 provinsi di Indonesia. (*) Ranu Arasyki Lubis
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More