“Fintech itu sedang disukai dunia, karena generasi Y, Z berpikir instan dan pragmatis. Paradigma itu yang membuat jadi kenapa enggak dibuat simple (sederhana) saja,” ucap Yosamarta.
Baca juga:
Lebih lanjut dia menambahkan, peluang BPD untuk menggaet nasabah masihlah besar dan dianggap mampu menjadi kompetitor bank konvensional. Kondisi sejalan dengan masih banyak masyarakat yang belum tersentuh akses layanan keuangan (unbankable). Oleh sebab itu, BPD harus berinovasi dalam produknya.
“Inovasi ada di semua sektor, semuanya ada di perbankan. Tapi sekarang inovasi sudah bergeser ke digital. Saat ini core bisnis ada di perbankan. BPD ada captive market yang luar biasa. Unbankable masih banyak sekitar 36 persen, ini masih besar potensinya,” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Penundaan 105.000 mobil dinilai melindungi industri otomotif nasional dari dampak negatif impor CBU.… Read More
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) agresif perkuat wealth management lewat BTN… Read More
Poin Penting Dugaan serangan siber Bank Jambi dinilai berisiko memicu krisis kepercayaan terhadap perbankan daerah.… Read More
Poin Penting Agrinas menyatakan siap menunda rencana impor 105 ribu kendaraan dari India mengikuti arahan… Read More
Poin Penting Saksi menyatakan tidak ada pembayaran Rp809,59 miliar kepada Nadiem Makarim dalam catatan transaksi… Read More
Poin Penting Pada Januari 2026, BI mencatat M2 tumbuh 10,0 persen yoy jadi Rp10.117,8 triliun,… Read More