News Update

Perluas Akses Modal Usaha UMKM, Bank Raya Gandeng Fintech Lending Danai.id

Jakarta – PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya) menggandeng fintech lending PT Adiwisista Finansial Teknologi (Danai.id). Kerja sama penerusan kredit atau channeling ini digagas untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi sektor produktif UMKM.

Penandatanganan kesepakatan ini dihadiri Kepala Divisi Digital Sales & Partnership Bank Raya Prilly Savitri dan Vice President Digital Sales & Partnership Bank Raya Maria Rosalina Ekaputri, Direktur Utama Danai.id Azhar Abdul Wahab dan Direktur Bisnis Danai.id Irianto Gunawan.

Melalui kerja sama ini, Danai.id mendapatkan akses tambahan sebagai modal menyalurkan pembiayaan, sehingga bisa mendukung permodalan pelaku UMKM dengan lebih efektif sekaligus memperkuat positioning-nya di sektor ini.

Sedang Bank Raya bisa memanfaatkan peluang melakukan cross-selling produk perbankan dan transaksi kepada nasabah lewat ekosistem Danai.id. Potensi cross-selling ini dapat meningkatkan pendapatan bank.

Baca juga: Fintech Danai.id dan Bank BTPN Kolaborasi Dorong Kredit Produktif Sektor UMKM

Bank Raya adalah anak usaha Bank BRI yang bergerak di bidang perbankan digital. Bank Raya memilih Danai.id sebagai mitra strategis dalam menyalurkan pembiayaan produktif. Dukungan teknologi yang dimiliki Danai.id, diharapkan membuat pembiayaan menjadi lebih efisien, transparan, dan dapat menjangkau pengusaha mikro dan menengah di berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Divisi Digital Sales & Partnership Bank Raya Prilly Savitri, mengatakan, kerja sama ini menjadi salah satu langkah strategis Bank Raya mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia. Bank Raya percaya kolaborasi ini dapat membantu UMKM mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah dan cepat.

“Akses permodalan merupakan hal yang penting agar para pelaku usaha dapat terus bertumbuh. Melalui kerjasama penyaluran kredit melalui platform Danai.id, para pelaku usaha yang tergabung di Danai.id dapat mengakses pinjaman produktif untuk pertumbuhan bisnis, namun dengan tetap memperhatikan prinsip prudential banking,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu, 17 Agustus 2024.

Sementara itu, Direktur Utama Danai.id Azhar Abdul Wahab menambahkan, sinergi antara Bank Raya dan Danai.id akan memberikan manfaat yang besar bagi pengusaha yang membutuhkan modal tambahan untuk berkembang.

Pembiayaan produktif bagi UMKM menjadi prioritas bisnis Danai.id. Fintec lending ini tidak sekadar mengejar pertumbuhan, tapi mengembangkan bisnis dengan sehat dan profitable. Maka pengelolaan risiko pun dilakukan secara memadai.

Baca juga: Dorong UMKM Naik Kelas, Pemerintah Berencana Buat Skema Kredit Baru

Danai.id akan terus berupaya untuk memberikan layanan yang terbaik bagi UMKM, sehingga mereka menjadi lebih sejahtera, dapat berkembang dan berperan semakin besar dalam perekonomian,” imbuhnya.

Sejak berdiri pada 2018, Danai.id tumbuh konservatif namun pasti. Total penyaluran kredit yang disalurkan sebesar Rp610 miliar, dengan tingkat TKB 90 di level 98,7 persen.

Ditambahkan Irianto Gunawan, Direktur Bisnis Danai.id, ada 3 produk Danai.id dalam memberikan pembiayaan, yakni fasilitas pembiayaan invoice, fasilitas pembiayaan micro developer, dan fasilitas pembiayaan inventory. Saat ini sekitar 80 persen dari porsi pembiayaan Danai.id berupa pembiayaan invoice.

“Produk pinjaman invoice financing ini cukup digemari pelaku UMKM karena tidak membutuhkan agunan fixed asset,” ujarnya. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

4 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

4 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

4 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

4 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

4 hours ago

IHSG Ditutup Melesat 4,42 Persen ke Level 7.279, BRPT hingga PTRO jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More

4 hours ago