Jakarta – Kepala Badan Keuangan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Kacaribu mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih memantau segala hal yang berkaitan dengan kripto. Pemerintah tentunya peduli dengan pendalaman pasar. Dengan semakin banyaknya pilihan instrumen yang ada di masyarakat saat ini, tentunya akan mendorong pendalaman pasar dan pengembangan pasar itu sendiri.
“Kalau dari pemerintah tentunya kita care tentang pendalaman pasar, instrumen-instrumen yang makin banyak bagi masyarakat untuk melakukan tabungan itu kita harapkan makin banyak, sehingga pendalaman pasar ke arah instrumen-instrumen yang sudah terbukti stabil,” katanya dalam sebuah webinar, Kamis, 10 Februari 2022.
Namun begitu, pihaknya akan tetap memastikan perlindungan konsumen berjalan dengan baik. Hal ini tentunya hanya dapat dilakukan bersama-sama oleh Kemenkeu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan juga Bank Indonesia (BI) bersama dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam konteks stabilitas sektor keuangan.
“Tentunya perlindungan konsumen ini menjadi fokus yang harus kita perhatikan juga, dan dari sisi pemerintah kita melihat pendalaman pasar dan pengembangan pasar keuangan. Jadi kita melihat instrumen-instrumen dan kita perhatikan bagaimana dia dampaknya pada pendalaman pasar dan juga bagaimana perlindungan konsumennya,” ujar Febrio. (*) Bagus Kasanjanu
Poin Penting IHSG sesi I melemah tipis 0,06% dan ditutup di level 8.141,84 setelah sempat… Read More
Poin Penting Bank KBMI 3 berada di tengah tekanan bank raksasa KBMI 4 dan bank… Read More
Poin Penting Porsi saham free float Permata Bank sekitar 10 persen, telah melampaui ketentuan minimum… Read More
Poin Penting BEI mulai pilot project kenaikan free float 15 persen dengan menyasar 49 emiten… Read More
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh 5,11 persen… Read More
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan nilai restitusi pajak pada 2026 sebesar Rp270 triliun. Proyeksi… Read More