Ilustrasi Perbankan dan Keuangan Global/Istimewa
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom dan Co-Founder & Dewan Pakar Institute of Social, Economic and Digital (ISED)
SAAT ini para pengambil kebijakan di seluruh dunia tidak lagi hanya terfokus pada langkah bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, dalam menetapkan kebijakan di negaranya. Ada beberapa variabel lain yang juga harus dikalkulasi, misalnya penuntasan masalah pandemi COVID-19 yang masih membayangi beberapa negara (terutama Tiongkok), tensi geopolitik di Eropa pasca-agresi Rusia ke Ukraina yang konon masih jauh dari selesai, melambungnya harga sektor energi dan pangan, dan adanya gejala deglobalisasi atau fragmentasi kekuatan ekonomi.
Kini memang ada lebih banyak faktor yang perlu dipertimbangkan dan tidak hanya terfokus pada kebijakan The Fed yang tengah berjuang keras melawan inflasi. Ketidakcermatan para pengambil kebijakan dalam melakukan asesmen menyeluruh dari berbagai faktor yang disebutkan di atas akan berdampak serius pada proses pemulihan ekonomi di masing-masing negara.
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More