Ilustrasi Perbankan dan Keuangan Global/Istimewa
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom dan Co-Founder & Dewan Pakar Institute of Social, Economic and Digital (ISED)
SAAT ini para pengambil kebijakan di seluruh dunia tidak lagi hanya terfokus pada langkah bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, dalam menetapkan kebijakan di negaranya. Ada beberapa variabel lain yang juga harus dikalkulasi, misalnya penuntasan masalah pandemi COVID-19 yang masih membayangi beberapa negara (terutama Tiongkok), tensi geopolitik di Eropa pasca-agresi Rusia ke Ukraina yang konon masih jauh dari selesai, melambungnya harga sektor energi dan pangan, dan adanya gejala deglobalisasi atau fragmentasi kekuatan ekonomi.
Kini memang ada lebih banyak faktor yang perlu dipertimbangkan dan tidak hanya terfokus pada kebijakan The Fed yang tengah berjuang keras melawan inflasi. Ketidakcermatan para pengambil kebijakan dalam melakukan asesmen menyeluruh dari berbagai faktor yang disebutkan di atas akan berdampak serius pada proses pemulihan ekonomi di masing-masing negara.
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More
Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More
Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More
Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More
Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More
Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More