Market Update

Perlahan Rebound, IHSG Ditutup Melemah Tipis ke Level 8.232

Poin Penting

  • IHSG ditutup melemah 1,06 persen ke level 8.232, namun tekanan jual mereda dibandingkan awal perdagangan.
  • Mayoritas sektor saham masih terkoreksi, dengan sektor siklikal dan properti mencatat penurunan terdalam.
  • Sektor transportasi menguat, didorong kenaikan saham Garuda Indonesia (GIAA), sementara BUMI menjadi saham teraktif.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026, ditutup melemah 1,06 persen ke level 8.232,20 dari posisi sebelumnya 8.320,55. Meski masih berada di zona merah, tekanan jual tercatat lebih rendah dibandingkan awal perdagangan.

Berdasarkan statistik RTI Business, sebanyak 521 saham terkoreksi, 214 saham menguat, dan 73 saham stagnan.

Volume perdagangan mencapai 99,10 miliar saham dengan 4,93 juta kali transaksi dan nilai transaksi sebesar Rp68,17 triliun.

Baca juga: Trading Halt Dua Kali, Purbaya: Nggak Usah Takut, IHSG Bakal ke 10.000

Sejumlah indeks utama domestik juga ditutup rebound. IDX30 naik 0,88 persen ke level 421,51, Sri-Kehati meningkat 1,06 persen menjadi 365,91, dan LQ45 menguat tipis 0,06 persen ke 813,02. Sementara itu, Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,55 persen ke posisi 546,88.

Meski demikian, mayoritas sektor masih terkoreksi, dengan sektor siklikal turun 4,88 persen, sektor properti melemah 3,83 persen, sektor non-siklikal merosot 3,63 persen, sektor kesehatan turun 3,30 persen, dan sektor energi melemah 2,66 persen.

Selain itu, sektor industrial merosot 2,65 persen, sektor infrastruktur turun 2,64 persen, sektor bahan baku melemah 2,51 persen, sektor teknologi merosot 0,96 persen, dan sektor keuangan turun 0,53 persen.

Baca juga: IHSG Ambruk, Bos Danantara: Evaluasi MSCI Jadi “Wake-up Call” bagi BEI

Sebaliknya, sektor transportasi mencatatkan penguatan 0,76 persen, didorong kenaikan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) sebesar 6,25 persen.

Saham Top Gainers dan Top Losers

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers antara lain PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR), dan PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI).

Sementara itu, saham top losers meliputi PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL).

Baca juga: Tak Sekadar Angka, OJK Tegaskan Kualitas Free Float Jadi Sorotan MSCI

Adapun tiga saham yang paling aktif diperdagangkan adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Sentul City Tbk (BKSL). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Pengumuman! Mulai 1 April 2026, Beli BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter per Hari

Poin Penting Pemerintah membatasi pembelian BBM subsidi (Pertalite dan solar) maksimal 50 liter per kendaraan… Read More

10 hours ago

Laba Bank Mega Tumbuh 28 Persen pada 2025

Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36… Read More

10 hours ago

Refocusing Anggaran, Pemerintah Klaim Bisa Hemat Rp130 Triliun

Poin Penting Pemerintah melakukan efisiensi dan refocusing anggaran K/L untuk merespons dampak konflik Timur Tengah… Read More

10 hours ago

Penyaluran MBG Dipangkas, Potensi Hemat Bisa Tembus Rp20 Triliun

Poin Penting Pemerintah mengurangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5… Read More

11 hours ago

KB Bank Bidik Pembiayaan Wholesale Tumbuh 70 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting Kontribusi segmen wholesale mencapai sekitar 64 persen dari total portofolio kredit 2025 dan… Read More

11 hours ago

Airlangga Klaim Penerapan WFH Bisa Hemat APBN Rp6,2 Triliun

Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More

11 hours ago