Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus berupaya untuk berbagi pengetahuan dan inspirasi demi kemajuan dunia usaha dan masyarakat Indonesia, yang dilakukan dalam berbagai program. Salah satunya diimplementasikan BCA melalui BCA Learning Service dalam gelaran Pesta Akbar Pengetuhuan bertajuk Indonesia Knowledge Forum (IKF) VII 2018 yang bertema “Fostering Innovation and Creating Value Through Digital Transformation”.
IKF VII 2018 menghadirkan pembicara yang kompeten dibidangnya untuk berbagi ilmu, pengalaman serta inspirasi dalam membangun inovasi dan memperkuat nilai transformasi digital. Hadir untuk membuka IKF VII 2018 dl The Ritz Carlton Pacific Place, Selasa (09/10), Sekretaris Jendral Kementerian Perhubungan Djoko Sasono, Presiden Komisaris BCA D.E Setijoso, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dan segenap manajemen BCA lainnya.
“Pagelaran tahunan ini kami rancang untuk memfasilitasi pelaku usaha yang membutuhkan pengetahuan untuk diterapkan dalam organisasinya, karena forum ini juga dilengkapi dengan serangkaian expo dan exhibition yang diikuti oleh exhibitor penyedia pengetahuan dan teknologi,” kata Jahja Setiaatmadja di Jakarta, Selasa 9 Oktober 2018.
Selama dua hari yang tanggal 9 Oktober hingga 10 Oktober 2018, sebanyak kurang lebih 20 pembicara yang inspiratif dari beragam industri akan turut berpartisipasi untuk berbagi ilmu pengetahuan dan pengalamannya dalam membangun inovasi dan memperkuat sebuah nilai transformasi digital.
Pada hari pertama gelaran IKF VII 2018 ini, Seminar “Outlook Economy in Digital Age” menghadirkan narasumber yaan Pengamat Ekonomi Anton Hermanto Gunawan. Sesi selanjutnya juga menghadirkan narasumber mumpunl diantaranya, Head of Jakarta Smart City Setiaji, President Director Blue Bird Group Indonesia Moni Purnomo, dan CEO General Electric Indonesia Handry Satriago.
Jahja menuturkan, teknologi digital memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonoml sebuah negara, termasuk Indonesia. “Oleh sebab itu, perusahaan-perusahaan di Indonesia wajib mampu beradaptasi dengan transformasi digital untuk efisiensi kerja sumber daya manusia sekaligus meningkatkan potensi inovasi guna memenuhi kebutuhan konsumennya yang kian hari semakin masif,” tambah Jahja.
Tidak kalah menarik, IKF VII 2018 juga dilengkapi serangkaian expo dan exhibition yang disponsori oleh sekitar 29 perusahaan (exhibitor) dan penyedia pengetahuan teknologi terpilih yang diharapkan dapat menjadi inspirasi dan pengetahuan baru bagi perkembangan dunia usaha masyarakat.
“Inisiasi gelaran IKF VII ini merupakan salah satu implementasi inisiatif kami dalam memfasilitasi pertukaran ide, inovasi, dan kreativitas agar pelaku usaha mampu berkembang di tengah masifnya teknologi belakangan ini. Gelaran ini juga adalah bagian upaya kami melalui BCA Learning Service untuk memberikan nilai tambah bagi pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui pembelajaran yang memadai dari narasumber yang mumpuni di bidangnya,” tutup Jahja. (*)
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More