Perbankan

Perkuat Tata Kelola dan Etika Digital, BSI Raih ISO Global 27701:2019

Poin Penting

  • BSI meraih sertifikasi internasional ISO 27701:2019 sebagai bukti komitmen memperkuat pelindungan data pribadi dan tata kelola digital nasabah.
  • Sertifikasi ini memastikan pengelolaan data dilakukan secara aman, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendukung pemanfaatan AI dan analitik yang beretika.
  • Pencapaian tersebut memperkuat kepercayaan lebih dari 23 juta nasabah serta menjadi fondasi ekspansi layanan digital BSI secara berkelanjutan.

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) atau BSI terus memperkuat komitmennya terhadap tata kelola dan etika digital di tengah percepatan transformasi teknologi, yang ditandai dengan raihan sertifikasi internasional ISO 27701:2019 untuk pelindungan data pribadi nasabah.

BSI mengambil langkah ini sebagai bagian dari upaya strategis Perseroan dalam menghadirkan layanan keuangan modern yang aman, tepercaya, dan beretika, terutama di tengah meningkatnya penggunaan data dan kecerdasan buatan (AI) dalam pengambilan keputusan perbankan.

Standar ISO 27701:2019 merupakan standar internasional untuk Privacy Information Management System (PIMS). Standar ini memastikan organisasi mampu mengelola data pribadi secara sistematis, aman, transparan, dan bertanggung jawab sesuai praktik terbaik global.

Baca juga: 127 Ribu BSI Agen Dorong Akselerasi Inklusi Keuangan Syariah

Direktur Compliance and Human Capital BSI, Arief Adhi Sanjaya, menyampaikan bahwa BSI merupakan first mover dalam implementasi ISO 27701:2019 yang efektif berlaku sejak 16 Desember 2025 dan menjadi bagian dari transformasi menyeluruh yang mencakup sistem, proses, dan budaya organisasi.

“Di era pemanfaatan AI dan data analytics, kepercayaan adalah aset yang tidak dapat digantikan. ISO 27701:2019 memastikan bahwa inovasi digital yang kami kembangkan tetap berlandaskan etika, akuntabilitas, dan pelindungan hak nasabah. Karena bagi BSI, teknologi harus memperkuat amanah dan tanggung jawab, bukan sekadar kecepatan,” kata Arief dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.

Perkuat Kepercayaan dan Dukung Pertumbuhan Nasabah

Pencapaian sertifikasi tersebut mencerminkan kesiapan BSI dalam menjawab tantangan transformasi digital yang semakin kompleks dan memastikan bahwa seluruh siklus pengelolaan data—mulai dari pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, hingga penghapusan—dijalankan dalam kerangka tata kelola yang kuat, terukur, dan berorientasi pada pelindungan hak nasabah.

“Dengan demikian, pemanfaatan data dan teknologi, termasuk sistem analitik dan pengembangan AI, tetap berada dalam koridor etika, kehati-hatian, dan akuntabilitas,” imbuhnya.

Baca juga: Respons BSI soal Perpanjangan Penempatan Dana SAL Rp200 Triliun

Saat ini, BSI telah melayani lebih dari 23 juta nasabah dari berbagai segmen. Raihan sertifikasi ISO 27701:2019 memperkuat fondasi Perseroan untuk memperluas layanan dan meningkatkan pertumbuhan nasabah secara berkelanjutan.

Sertifikasi tersebut juga menjadi landasan penting untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan data, mencegah bias teknologi, serta menjaga integritas sistem berbasis data.

Lebih dari sekadar pemenuhan kepatuhan regulasi, sertifikasi ini memperkuat tata kelola perusahaan yang berkelanjutan dan berorientasi masa depan. BSI menempatkan pelindungan data sebagai bagian integral dari reputasi, kredibilitas, dan kepercayaan pemangku kepentingan, termasuk nasabah, regulator, investor, maupun mitra global. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

GoPay Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BRI dan Bank BJB, Ini Caranya

Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More

9 hours ago

Animo Tinggi, BRI Kanwil Jakarta II Tambah Kuota Mudik Gratis jadi 2.750 Pemudik

Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More

9 hours ago

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

9 hours ago

Adira Finance Lepas 300 Pemudik ke Solo dan Yogyakarta, Dapat Cek Kesehatan dan Asuransi

Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More

10 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

10 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

11 hours ago