Ekonomi dan Bisnis

Perkuat Rute Jakarta-Denpasar, AirAsia Indonesia Bakal Tambah 9 Armada Baru di 2024

Jakarta – PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) pada tahun 2024 berencana akan melakukan penambahan armada pesawat udaranya menjadi 32 pesawat atau bertambah sembilan dari saat ini yang berjumlah 23 armada.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Presiden Direktur CMPP, Veranita Yosephine, dalam paparan publik yang diselenggarakan pada Kamis (16/11).

“Kami telah menetapkan tujuan ambisius untuk tahun 2024, dengan rencana mengoperasikan 32 pesawat, kami berkomitmen untuk memaksimalkan pendapatan dan memperkuat hub utamanya di Jakarta dan Denpasar,” ucap Veranita.

Baca juga: Meroket 97 Persen, Pendapatan AirAsia Indonesia jadi Segini di Kuartal III 2023

Selain itu, AirAsia Indonesia juga mencatat hingga September 2023 total volume penumpang mencapai 4,5 juta dan telah mengoperasikan sebanyak 35 rute yang terdiri dari 14 rute domestik dan 21 rute international.

Adapun, per sembilan bulan pertama di 2023, AirAsia mampu membukukan pendapatan usaha yang melonjak 97 persen menjadi Rp4,93 triliun dari Rp2,5 triliun tahun sebelumnya.

Lalu, posisi EBITDA juga terus mengalami penurunan hingga 96 persen menjadi Rp30 miliar di kuartal III-2023 dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp708 miliar.

Meski begitu, dirinya juga menyebutkan bahwa, perusahaan saat ini masih menghadapi tantangan salah satunya adalah terkait dengan biaya perbaikan armada pesawat udara yang tidak digunakan selama masa pandemi Covid-19 atau kurang lebih selama dua tahun ke belakang.

Baca juga: IndiGo Airlines Buka Penerbangan Langsung dari Mumbai ke Jakarta, Cek Jadwalnya

“Terus juga kita merealisasikan tindakan dari pesawat baru dengan beberapa requirement modifikasi dan juga kita maintenance dari beberapa pesawat kita yang sudah jatuh tempo untuk service enam tahun ya service besar nah itu di belakangnya itu masih banyak beban biaya yang sebagian besarnya itu datang akibat Covid-19,” imbuhnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

18 mins ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

6 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

7 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

8 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

9 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

12 hours ago