Jakarta — PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) meraih dua penghargaan bergengsi sekaligus pada Juni 2025.
Pertama, Tugure dianugerahi Special Award Best Reinsurance pada ajang Best Insurance Award 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas kontribusi dan kinerja perusahaan asuransi dan reasuransi di Indonesia yang mampu menunjukkan performa unggul, inovasi layanan, serta kontribusi signifikan terhadap perkembangan industri perasuransian nasional.
Kedua, Tugure juga berhasil meraih Top Digital PR Award 2025. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang dinilai berhasil memanfaatkan digital public relations secara optimal dalam memperkuat citra, membangun kepercayaan, serta menjalin hubungan positif dengan para pemangku kepentingan.
Baca juga: Saham TUGU Bikin Investor Kepincut, Ini Alasannya
Tugure tidak hanya fokus pada kinerja keuangan, tetapi juga berkomitmen membangun komunikasi yang transparan, relevan, dan berkelanjutan di era digital.
Presiden Direktur Tugure, Teguh Budiman, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan yang diterima.
“Kedua penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan Tugure serta dukungan dari kedua Pemegang Saham Pengendali, yaitu PT Tugu Pratama Interindo dengan kepemilikan sebesar 50,74 persen dan PT Asriland dengan kepemilikan sebesar 49,26 persen dalam menjaga kesehatan keuangan dan menghadirkan layanan terbaik serta menjaga kepercayaan mitra usaha,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip 5 Juli 2025.
Teguh menambahkan bahwa Tugure akan terus meningkatkan kinerja melalui penerapan prudent underwriting, balancing portofolio, memperkuat kolaborasi dengan mitra usaha, meningkatkan inovasi dan kapabilitas digital untuk mendukung pertumbuhan industri perasuransian di Indonesia.
Baca juga: Tugure Siapkan Strategi Jitu Hadapi 2025, Fokus Profitabilitas dan Inovasi
Dari sisi permodalan, Tugure telah berhasil mencukupi target ekuitas yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan total ekuitas sebesar Rp1,6 triliun, jauh di atas batas minimum ketentuan OJK pada 2026, yaitu Rp500 miliar.
“Dengan pencapaian pertumbuhan kinerja keuangan yang berkelanjutan, kami optimis dapat memenuhi ekuitas Kelompok Perusahaan Perasuransian berdasarkan Ekuitas (KPPE) 2 yang ditetapkan oleh OJK, yaitu sebesar Rp2 triliun di tahun 2028,” tutup Teguh. (*)
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More