Poin Penting
Jakarta – Maraknya serangan siber yang mendera perusahaan pembiayaan (multifinance) membuat para pelaku di industri ini kian memperkuat benteng teknologi informasi.
Alhasil, industri multifinance pun semakin gencar menggelontorkan belanja modal/ Capital Expenditure (capex) untuk menghalau aksi serangan siber tersebut.
Direktur PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) Sudjono mengatakan, perusahaan telah mengalokasikan anggaran khusus untuk belanja modal atau capital expenditure information technology (Capex IT) sekitar Rp300 miliar.
“Anggaran spending cukup besar, kami anggarkan sekitar Rp200-Rp300 miliar untuk IT, termasuk pengembangan sistem security dan sebagainya,” ujarnya, dalam public expose BFI Finance, Jumat, 28 November 2025.
Baca juga : Cegah Serangan Siber, BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Capex IT
Menurutnya, investasi peningkatan keamanan siber ini memang tidak lepas dari pengalaman sebelumnya, di mana BFI Finance pada Mei 2023 lalu sempat diserang hacker. Perseroan ingin memastikan kasus yang sama tidak terulang dan data nasabah aman.
Serangan siber yang dialami BFI Finance sempat mengakibatkan gangguan layanan dan operasional. Namun Sudjono memastikan hal itu sudah diatasi.
Saat ini, kata Sudjono, BFI Finance pun telah melakukan berbagai hal untuk mengantisipasi dan mencegah kembali serangan siber. Di antaranya melakukan mitigasi menyeluruh atas seluruh aplikasi, mengundang para ahli IT untuk melakukan pemuatan sistem sekuriti keamanan, dan infrastruktur.
Baca juga: Kena Serangan Siber, Clipan Finance Pulihkan Sistem Operasional Secara Realtime
“Kemudian, dari sisi perilaku penggunaan sistem dan juga memastikan sebanyak mungkin sistem itu tidak bisa kita akses dan kita sebar datanya. Semua itu cukup painful. Tapi kami rasa saat kami memiliki sistem keamanan IT yang jauh lebih baik,” tegasnya.
Sejalan dengan memperkuat benteng teknologi informasi, pihaknya pun fokus pada strategi yang berorientasi pada valuasi pasar yang tepat, peningkatan kualitas layanan, serta optimalisasi kemitraan strategis.
Di mana, inovasi layanan berbasis kemudahan dan kecepatan proses juga terus diperkuat agar dapat menjawab kebutuhan konsumen di era digital.
Diketahui, BFI Finance pernah mengalami serangan siber pada 21 Mei 2023 yang diumumkan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia. Serangan siber tersebut merupakan pertama kali terjadi di BFI Finance sejak perusahaan berdiri.
Teranyar, pemain industri pembiayaan lainnya, yakni Clipan Finance Indonesia baru saja melaporkan sistem operasional perseroan terdampak serangan siber pada Rabu, 26 November 2025.
Saat ini proses stabilisasi sistem terus dilakukan untuk mengurangi potensi gangguan terhadap layanan utama.
“Kami informasikan bahwa pada tanggal 26 November 2025, perseroan telah mengalami serangan siber,” tulis manajemen Clipan Finance dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip 28 November 2025.
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More