Categories: Market Update

Perkuat Pasar Keuangan, SMF Rilis EBA-SP KPR

Jakarta–PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF melakukan pencatatan perdana atas Efek Berangun Aset, berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) KPR SMF-BTN01 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Utama SMF Raharjo Adisusanto mengungkapkan, listing EBA-SP merupakan yang perdana bagi perseroan. Hal ini juga untuk mempertegas posisi SMF dalam menjalankankegiatan sekuritisasi sebagai penerbit EBA-SP sesuai dengan Pepres 1/2008 Jo.19/2005.

“Ini juga sekaligus memperkuat pasar keuangan Indonesia dan mendukung pengembangan basis investor domestik,” ujar Raharjo,” di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, 4 Desember 2015.

Raharjo menjelaskan, pencatatan perdana EBA-SP KPR SMF-BTN01 akan menjadi bagian dari pasar modal nasional. Selain itu, ini juga sebagai tonggak sejarah bagi SMF dalam menjalankan peran untuk mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan (PPSP) di Indonesia.

“EBA-SP KPR SMF-BTN01 merupakan efek hasil sekuritisasi tagihan KPR Bank BTN,” tukas Raharjo.

Dalam transaksi ini SMF berperan sebagai penerbit sekaligus sebagai penata sekuritisasi, pendukung kredit dan investor. Sedangkan BTN,  dalam hal ini berperan sebagai kreditur asal dan sebagai penyedia jasa dan Bank BRI dalam hal ini sebagai wali Amanat dan Bank Kustodian.

Pihaknya optimis, kehadiran instrument EBA-SP dapat memperkuat pasar keuangan Indonesia dan mendukung pengembangan basis investor domestik. “Investor akan semakin yakin akan efek ini, karena efek ini penerbitnya adalah SMF yang dimiliki 100% oleh pemerintah yang ditugaskan khusus untuk mengembangkan PPSP,” ucapnya.

Hasil sekuritisasi ini oleh Bank BTN, kata dia, akan digunakan untuk mendanai Program Satu Juta Rumah di mana program tersebut memerlukan dana jangka panjang yang cukup besar. “Ini semua demi tujuan mulia untuk merumahkan masyarakat Indonesia,  sesuai dengan amanat pemerintah melalui Program Sejuta Rumah,”  tutup Raharjo. (*) Rezkiana Nisaputra

Paulus Yoga

Recent Posts

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

1 hour ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

13 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

13 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

16 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

19 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

1 day ago