Bukopin Siapkan Refinancing Subdebt Rp 1,5 Triliun Tahun 2019
Jakarta– PT Bank Bukopin melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Bukopin yang berlangsung pada hari ini (22/5). Dalam RUPS diputuskan untuk tidak membagikan dividen serta menggunakan seluruh laba bersih tahun 2018 sebagai laba ditahan.
Direktur Utama Bank Bukopin, Eko Rachmansyah Gindo mengungkapkan selama 2018 Bank Bukopin berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp190 miliar pada tahun 2018 atau meningkat 40 persen dibandingkan dengan pencapaian laba pada tahun 2017.
“Ini dilakukan dalam rangka melanjutkan pertumbuhan yang sustainable yang sehat,” kata Eko Rachmansyah Gindo di Kantor Pusat Bukopin Jakarta, Rabu 22 Mei 2019.
Pada periode tersebut, lanjutnya, realisasi penyaluran kredit Bank Bukopin mencapai Rp66.44 triliun dan mobilisasi dana pihak ketiga sebesar Rp76,15 triliun. Sementara dengan kinerja tersebut, aset perseroan per 31 Desember 2018 tercatat sebesar Rp95,64 triliun.
RUPS juga menyetujui laporan tahunan Perseroan termasuk laporan tugas pengawasan yang telah dilaksanakan oleh Dewan Komisaris untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dan pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.
Selain itu, memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan atas tindakan pengawasan dan pengurusan yang telah dilakukan dalam tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. (REZ)
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More