News Update

Perkuat Modal, BTPN Syariah Tidak Bagi Deviden

Jakarta — Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah) memutuskan memutuskan laba yang diperoleh pada tahun 2018 ditahan untuk memperkuat permodalan perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten perusahaan berkode saham BTPS ini meraih laba bersih Rp1.00 triliun atau tumbuh hingga 53,03 persen dibandingkan 2017 yang sebesar Rp655,90 miliar.

Direktur kepatuhan BTPN Syariah Arief Ismail mengatakan tujuan laba ditahan untuk memperkuat internal dan sehingga bisa fokus melayani masyarakat pra sejahtera produktif lebih baik lagi.

“Kita masih akan terus memperkuat portofolio sehingga bisa abstain kedepannya. Permodalan juga untuk mendukung fokus membangun bisnis melalui pembiayaan pra sejahtera produktif karena potensi yang ada sekarang masih sangat besar.” Ujar Arief di Jakarta, Kamis 14 Februari 2018.

Per Desember 2018 BTPN Syariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp7,72 triliun tumbuh 20,2 persen dari sebelumnya Rp6,05 triliun pada akhir tahun lalu. Pertumbuhan pembiayaan ditopang Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 16,3 persen menjadi Rp7,62 triliun dari sebelumnya Rp6,54 triliun.

Aksi perseroan melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada 8 Mei 2018 lalu turut mendongkrak total aset perusahaan dengan kode emiten BTPS sebesar 31,5 persen atau menjad8 Rp12,03 triliun dari Rp9,16 triliun pada akhir 2017.

Dalam menggarap bisnisnya BTPN Syariah fokus ke segmen pembiayaan keluarga sejahtera melalui pembiayaan murabahah dengan platform mulai dari Rp2 juta. Saat ini total yang diberdayakan hingga 3,4 juta nasabah yang tersebar di 23 provinsi di Indonesia. (Dikcy F Maulana).

Suheriadi

Recent Posts

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

4 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

4 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

5 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

7 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

8 hours ago

Macet Mudik Tak Terhindarkan karena Transaksi Tol, Ini Solusinya

Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More

9 hours ago