Jakarta – Perusahaan finansial berbasis teknologi, KoinWorks merekrut Chief of Risk Officer (CRO) Valdy Mustafa demi memperkuat manajemen risiko penyaluran pembiayaan. Benedicto Haryono, selaku CEO & Co-founder KoinWorks menyadari bahwa manajemen risiko dalam tata kelola industri keuangan merupakan salah satu aspek terpenting yang harus diperhatikan dan diterapkan oleh setiap pelaku industri keuangan.
“Bergabungnya Valdy kedalam jajaran direksi di KoinWorks sebagai CRO merupakan bagian dari langkah kami untuk memperkuat manajemen resiko perusahaan, tidak hanya dalam hal penyaluran pembiayaan, namun juga pada aspek manajemen resiko lain dalam keseluruhan operasional bisnis,” ujar Benedicto dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 15 Aprtil 2021.
Valdy yang berpengalaman dalam manajemen risiko menyebut akan fokus untuk meningkatkan kapasitas tim guna mendukung pengembangan otomatisasi pada proses approval pinjaman. Tujuannya agar penyaluran pinjaman dapat dipercepat hingga 100% lewat fitur instant approval
untuk penyaluran pembiayaan dengan kategori tertentu.
“Berbekal pengalaman dan ilmu yang dikombinasikan dengan kecanggihan teknologi, saya optimis dapat memberikan perubahan nyata dan membawa KoinWorks menjadi penggerak UKM Indonesia untuk semakin maju dan berkembang,” katanya.
KoinWorks meyakini bahwa kolaborasi antara kemajuan teknologi dan manusia dapat menghasilkan sebuah hasil yang sangat baik dalam meraih sebuah tujuan. Valdy berkomitmen untuk terus menggabungkan dua hal ini untuk mencapai penilaian kredit yang cepat, tepat dan berkualitas. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More