David Formula, eks Senior Executive Vice President Strategic Information Technology Group, yang baru diangkat menjadi Direktur BCA dalam RUPST Tahun Buku 2025, Kamis (12/3/2026). (Foto: M. Ibrahim)
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus memperkuat sistem keamanan data perbankan menyusul maraknya serangan siber yang dilakukan hacker alias peretas akhir-akhir ini.
Bank bersandi saham BBCA ini pun tak ketinggalan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) IT yang nilainya tiap tahun mengalami lonjakan.
“Kita dari tahun lalu naik sekitar 8 persen (Capex IT),” kata EVP Group Strategic IT BCA David Formula, dalam acara Mini Studio: Cara BCA Mengantisipasi Berbagai Kejahatan Siber, di ICE BSD, Tangerang, Sabtu, 22 Februari 2025.
Meski tak menyebut besaran anggaran tersebut, David menyebut alokasi capex tersebut masih digunakan untuk inovasi dan peningkatan kapasitas, termasuk dalam penggunaan teknologi yang mutakhir dalam standar pengamanan data maupun serangan siber.
Baca juga : Cegah Serangan Siber, CIMB Niaga Anggarkan Capex IT Rp1 Triliun
Selain itu, kata dia, peningkatan budget capex IT terkait kebutuhan akan sistem keamanan semakin besar, dilihat dari kapasitas dan transaksi perbankan yang semakin lama semakin tinggi.
“Dari sisi ini bagus karena menunjukan bahwa customer-customer kita ini percaya bukan hanya dari bisnis tapi juga dari sisi keamann data juga,” jelasnya.
Pihaknya pun mengaku akan melakukan ‘invest’ lebih dalam untuk memastikan transaksi nasabah terjaga dengan baik dan juga kapasitas sistem BCA bisa melayani nasabah sesusi dengan kebutuhan.
Diberitakan Infobanknews sebelumnya, Analis Panin Sekuritas menilai bahwa dengan meningkatnya capex yang dianggarkan oleh perbankan, dapat memberikan dampak yang positif bagi kinerja perusahaan seperti meningkatnya fee based income dan mendorong pertumbuhan current account saving account (CASA).
Baca juga : Cegah Serangan Siber, BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Capex IT
“Kami melihat peningkatan capex untuk TI akan berimplikasi positif terhadap kinerja perbankan, pasalnya saat ini semua beralih ke arah digital, sehingga peningkatan fitur-fitur aplikasi banking saat ini semakin bervariasi dan menarik bagi nasabah yang tentunya dapat meningkatkan fee based income perbankan dan mendorong pertumbuhan CASA,” tulis Analis Panin Sekuritas dalam Ulasan Pasar, akhir tahun lalu.
Meski begitu, selain berfokus pada pengembangan teknologi, perbankan pun perlu mencermati mitigasi risiko yang semakin baik terkait keamanan digital bagi para nasabahnya agar loyalitas perbankan kepada nasabah terjaga.
Adapun, Panin Sekuritas menambahkan bahwa, terdapat beberapa perbankan yang telah menyiapkan anggaran capex lebih tinggi di tahun depan, salah satunya PT BCA yang telah menganggarkan capex TI sebesar Rp8 triliun di 2023. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting IHSG melemah 0,14% ke level 7.097,05 sepanjang pekan 25-27 Maret 2026. Kapitalisasi pasar… Read More
Poin Penting Qlola by BRI mencatat volume transaksi Rp2.141,37 triliun hingga Februari 2026, dengan pengguna… Read More
Poin Penting Mantan Menhan Juwono Sudarsono meninggal dunia pada usia 84 tahun dan dimakamkan secara… Read More
Poin Penting Bank Mega Syariah mencatat pertumbuhan funding korporasi lebih dari 60 persen yoy menjadi… Read More
Poin Penting Laba bersih Bank DP Taspen naik 54,31 persen yoy menjadi Rp34,78 miliar, ditopang… Read More
Poin Penting Komisi XI DPR meminta OJK memprioritaskan pengusutan dugaan penipuan investasi Dana Syariah Indonesia… Read More