Poin Penting
- ASABRI menegaskan TJSL sebagai investasi sosial jangka panjang untuk mendukung kesejahteraan peserta di masa purna tugas, dengan fokus pada dampak terukur dan berkelanjutan
- Program TJSL 2025 dijalankan melalui pilar pendidikan, ekonomi, lingkungan, sosial, dan kesehatan, yang langsung menyentuh kebutuhan peserta dan masyarakat
- ASABRI akan memperluas dampak TJSL secara lebih adaptif, inovatif, dan kolaboratif, selaras dengan SDGs serta didukung tata kelola dalam ekosistem Danantara Indonesia.
Jakarta – PT ASABRI menegaskan komitmen untuk memberikan kesejahteraan di hari tua bagi peserta. Komitmen itu antara lain diwujudkan lewat program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang inklusif dan berkelanjutan.
Program ini digagas tiak hanya untuk menegaskan kehadiran perseroan di masa purna tugas peserta, tapi juga upaya proaktif untuk berkontribusi membangun masa depan yang lebih tangguh dan sejahtera. Maka itu, program-program TJSL ASABRI selalu bermuara pada nilai kemanusian dan dampak berkelanjutan.
Direktur Utama PT ASABRI (Persero), Jeffry Haryadi P. M, menegaskan, ASABRI melihat setiap program TJSL sebagai investasi sosial untuk peradaban. Maka itu, program dirancang untuk membawa dampak jangka panjang yang terukur.
Baca juga: Bank Mandiri Taspen-ASABRI Serahkan UDW dan Manfaat BPPP ke Ahli Waris Wapres Try Sutrisno
“Melalui ekosistem Danantara Indonesia, ASABRI memastikan bahwa tata kelola dan implementasi setiap program TJSL dapat bermanfaat dan berdampak,” ujar Jeffry dalam keterangan resmi, Rabu, 22 April 2026.
Perseroan merumuskan strategi TJSL agar selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals /SDGs). Sepanjang tahun 2025, jejak pengabdian tersebut terdistribusi ke dalam lima pilar utama yang menyentuh langsung kehidupan Peserta ASABRI dan masyarakat.
Pertama, pilar pendidikan. Perseroan menyadari pendidikan sebagai gerbang menuju hari depan yang lebih baik. ASABRI berkomitmen membanu generasi penerus yang tertinggal dalam mengakses pendidikan berkualitas.
Pilar tersebut diimplementasikan lewat beberapa program, seperti Program Gerakan Apresiasi Anak Peserta ASABRI (GENERASI), Program Aksi ASABRI Peduli Pendidikan (AKSARA) dan Program Pembinaan Wawasan dan Kesejahteraan Purnawirawan (NAWASENA).
Kedua, pilar ekonomi, yang ditujukan membangun kemandirian dan menggerakan roda kesejahteraan. Sebut saja lewat progam UMK ASABRI Tumbuh Bersama (USAHA), Majukan Daya UMK ASABRI (MADYA), dan program Eksebisi UMK.
Ketiga, pilar lingkungan, untuk merawat bumi. Perseroan sadar operasional bisnisnya harus sehat dan berjalan berdampingan dengan kelestarian lingkungan. Pilar ini dijalankan lewat program Aksi ASABRI Lestarikan dan Jaga Terumbu Karang (SEGARA), Program Pengelolaan Integratif Limbah di Lingkungan Peserta (PILAH), dan Program Hadirkan Aksi Ramah Lingkungan bagi Peserta ASABRI (HARITA).
Baca juga: ASABRI Ajak Generasi Muda Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting
Keempat, pilar sosial. ASABRI ingin hadir inklusif menjawab tantangan. Implementasinya dilakukan lewat Program Mudik Gratis, dan Program Gerakan Peduli Hunian Layak Peserta ASABRI (GRIYA). Kelima, pilar kesehatan, untuk mendorong semangat hidup yang lebih berkualitas. Pilar ini didorong lewat program Bersatu Mencegah Stunting.
Program-program di lima pilar itu sudah dijalankan sepanjang 2025 lalu. Ke depan, ASABRI akan terus memperluas manfaat dan dampak progarm TJSL lewat pendekatan yang lebih adaptif dan inovatif.
“Ke depannya, ASABRI akan terus mengamplifikasi inisiatif yang lebih kolaboratif dan terintegrasi. Kami percaya, dengan semangat kebersamaan dan tata kelola yang kuat dibawah ekosistem Danantara Indonesia, kebaikan yang kita tanam hari ini akan tumbuh menjadi kesejahteraan yang berdampak bagi masa depan bangsa,” tutup Jeffry. (*) Ari Astriawan








