Moneter dan Fiskal

Perkuat Ekonomi Digital, BI Siapkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030

Jakarta – Kepala Departemen Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Dicky Kartikoyono mengungkapkan, saat ini BI tengah merencanakan pembuatan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) untuk tahun 2030.

Saat ini, Indonesia tengah mangacu pada BSPI 2020-2025, yang menjamin beberapa aspek. Mulai dari integrasi ekonomi digital, digitalisasi perbankan, kesinambungan antara perusahaan financial technology (fintech) dengan bank, keseimbangan antara inovasi perlindungan konsumen, stabilitas, dan persaingan usaha sehat, serta kepentingan nasional.

Menurut Dicky, pertumbuhan ekonomi digital yang kian pesat, membuat mereka juga harus segera merencanakan masa depan di ranah ekonomi digital.

“Pak Gubernur (Perry Warjiyo) sedang menulis lagi, BSPI 2030. Karena nggak mungkin berhenti (pertumbuhannya). Kami terus memperkuat ekonomi dan keuangan digital kita,” papar Dicky pada acara Infobank Forum Open Banking Trends 2024 bertajuk Integration of Digital Payment Systems for Business Continuity, Selasa, 7 Mei 2024.

Baca juga: Pengamat Ungkap 4 Kelemahan Infrastruktur Ekonomi Digital Indonesia

Terdapat sejumlah misi yang BI usung pada BSPI 2030 ini. Beberapa yang dimaksud meliputi konsolidasi struktur industri, penguatan infrastruktur sistem pembayaran (SP) ritel, akseptasi digital, Project Garuda, payment ID dan pusat data, hingga modernisasi infrastruktur SP ritel.

Poin pertama yang dijelaskan Dicky yakni penguatan ekosistem pembayaran digital termasuk seluruh pelaku di dalamnya. Jangan sampai ada ketimpangan antar satu pelaku dengan pelaku lainnya. Ini merupakan tanggung jawab dari seluruh elemen ekosistem.

“Setiap pelaku utama dalam sistem pembayaran (digital) bertanggung jawab pada ekosistemnya. Kita nggak mungkin turun periksain satu-satu. Kan susah,” tegas Dicky.

Selanjutnya, BI juga akan memperkuat konfigurasi infrastruktur sistem pembayaran ritel melalui sinergi BI-FAST dan industri. Sementara untuk poin ketiga, BI melakukannya dengan cara kampanye akseptasi digital untui memperkuat literasi digital, pelindungan konsumen, dan lainnya.

Salah satunya melalui program Hackathon BI, yang pada 2024 ini, bertemakan artificial intelligence (AI) dan machine learning (ML). Keduanya, menurut Dicky, sudah menjadi keniscayaan dalam ekosistem digital ini.

Baca juga: Antisipasi Kejahatan Digital, Kominfo Imbau Masyarakat Bijak Berinternet

“Nggak mungkin kita melakukan semuanya secara konvensional dan manual. AI dan ML adalah sebuah keniscayaan,” lanjutnya.

Ada juga Project Garuda, yakni mata uang rupiah digital yang dikembangkan BI, yang masuk ke dalam BSPI 2030. Pengembangannya juga akan melibatkan negara-negara lain agar alirannya bisa terkontrol. Dengan demikian, BI perlu memastikan terlebih dahulu perkembangan situasi global.

Terakhir, BI akan membuat payment ID dan memperkuat pula pusat data yang berbasis ML agar bisa mencatat transaksi ke dalam repositori mereka, serta pengembangan real-time gross settlement (RTGS) untuk meningkatkan infrastruktur SP ritel. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

BRI Pasang Target Pertumbuhan Kredit 7-9 Persen Tahun Ini

Poin Penting Target kredit 2026 sebesar 7–9 persen, lebih rendah dari realisasi 2025 yang tumbuh… Read More

14 mins ago

BEI Umumkan Evaluasi Indeks ECONOMIC30, Ini Hasilnya

Poin Penting BEI melakukan evaluasi mayor dan minor sejumlah indeks untuk periode Februari 2026, dengan… Read More

48 mins ago

Puradelta Lestari Bidik Prapenjualan Tembus Rp2,08 Triliun di 2026

Poin Penting Puradelta Lestari menargetkan prapenjualan senilai Rp2,08 triliun pada 2026, dengan lahan industri sebagai… Read More

59 mins ago

Empat Alumni LPDP Kena Sanksi Kembalikan Dana Beasiswa Rp2 Miliar

Poin Penting Empat alumni LPDP telah mengembalikan dana hingga Rp2 miliar per orang karena tidak… Read More

59 mins ago

Waskita Karya Rampungkan 5 Blok Hunian Sementara di Aceh Utara

Poin Penting WSKT dan Kementerian PU bangun 5 blok Huntara di Aceh Utara, menampung hingga… Read More

1 hour ago

Mandiri Sekuritas Siap Bawa Emiten IPO dengan Free Float 15 Persen

Poin Penting OJK menetapkan free float minimum saham menjadi 15 persen, naik dari 7,5 persen,… Read More

1 hour ago