Ilustrasi: Aplikasi bank digital BCA blu/istimewa
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Digital BCA (BCA Digital) mempertegas fokus bisnisnya di segmen retail dengan memperluas penyaluran kredit melalui skema channeling bersama lebih dari 10 mitra.
Head of Corporate Planning BCA Digital, Yoga T. Halim mengungkapkan model channeling dipilih karena dinilai lebih efektif menjangkau segmen retail yang menjadi target utama perseroan. Mitra yang telah memiliki jaringan ke masyarakat dinilai mampu mempercepat ekspansi pembiayaan tanpa harus membangun distribusi sendiri dari awal.
“DNA kami sejak awal memang dirancang hadir untuk melayani segmen retail. Karena itu, kerja sama channeling menjadi salah satu strategi untuk menjangkau masyarakat lebih cepat,” ujar Yoga, di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.
Sebelumnya, penyaluran kredit BCA Digital tercatat tumbuh 38 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) atau menjadi Rp8,6 triliun sepanjang 2025. Peningkatan ini salah satunya ditopang oleh penyaluran kredit melalui skema channeling.
“Ke depan, kami masih akan mengandalkan model tersebut untuk menopang pertumbuhan pembiayaan,” katanya.
Baca juga: Adu Laba BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI di 2025, Siapa Paling Cuan?
Di sisi lain, Yoga juga menanggapi regulasi tentang peningkatan kelompok bank dari KBMI 1 ke KBMI 2. Menurutnya, BCA Digital masih menunggu arahan regulator.
“Mengenai hal tersebut, sebenarnya kami masih menunggu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kalau sudah ada ketentuan atau perkembangan lebih lanjut, nanti akan kami update,” ujar Yoga.
Seperti diketahui, OJK sebelumnya mendorong bank-bank dalam kelompok KBMI 1 untuk memperkuat permodalan dan skala usaha guna naik kelas ke kelompok berikutnya.
Namun hingga saat ini, BCA Digital menyatakan akan menyesuaikan langkah strategisnya setelah terdapat ketentuan lebih lanjut dari OJK.
Dalam kesempatan yang sama, SVP, Head of Marketing & Communications BCA Digital, Duardi Prinhandiko menjelaskan peran BCA Digital sebagai bank yang fully digital tanpa mengandalkan jaringan kantor cabang fisik dalam melayani nasabah.
“Sebagai bank digital, kami melayani nasabah secara nationwide. Selama punya smartphone dan akses internet, dari mana pun sudah bisa terhubung dengan blu. Jadi memang tidak mengandalkan kantor cabang fisik,” kata Duardi
Meski demikian, pihaknya menyadari perbankan tetap membutuhkan kehadiran atau presensi di tengah masyarakat. Karena itu, selain ekspansi kredit, bank dengan aplikasi blu by BCA Digital ini juga memperkuat pendekatan komunitas sebagai bagian dari strategi akuisisi dan literasi keuangan.
Saat ini BCA Digital tengah membangun berbagai komunitas, seperti komunitas lari, workout, hingga komunitas perempuan.
“Dalam dua hari pembukaan pendaftaran komunitas terbaru, tercatat sekitar 400 orang mendaftar,” tambahnya.
Ia menuturkan, program literasi melalui blu Academy juga disebut mendapat respons tinggi. Pada pembukaan terakhir, lebih dari 2.000 peserta mendaftar untuk mengikuti kelas edukasi finansial.
Menurutnya, sebagai bank digital yang beroperasi secara nasional, literasi menjadi kunci agar masyarakat memahami transaksi dan perencanaan keuangan secara benar.
Selain itu, blu juga memperkuat integrasi layanan dengan BCA, termasuk konektivitas dengan Halo BCA untuk memastikan layanan dan verifikasi transaksi finansial tetap berjalan optimal.
“Untuk transaksi yang sifatnya finansial, tetap perlu verifikasi. Itu bisa melalui Halo Blu atau kanal resmi yang terintegrasi dengan BCA. Jadi sebenarnya sangat mudah, justru digital itu mempermudah,” ungkap Duardi.
Baca juga: BCA Digital Perluas Penyaluran Kredit Ritel Lewat bluExtraCash
Dalam aspek tanggung jawab sosial, BCA Digital juga menyalurkan 650 set seragam sekolah dasar kepada siswa di Alor, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan tersebut turut disertai edukasi literasi keuangan bagi pelajar setempat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bank untuk mendorong inklusi dan literasi keuangan, termasuk di wilayah luar Pulau Jawa.
“Harapannya, dengan kehadiran kami ini, kami juga bisa turut mendorong literasi finansial di Indonesia Timur. Dan harapannya juga kami bisa terus menjadi perusahaan yang benar-benar menebar dampak positif untuk masyarakat di lebih banyak area-area, terutama yang rural, di pelosok daerah, sehingga tidak hanya di pulai Jawa aja. Ini mimpi besar kami,” ujar Head of Corporate Communications BCA Digital, Nariswari Yudianti, di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026. (*) Ayu Utami
Poin Penting RUPST Bank Jateng mengangkat Bambang Widiyatmoko sebagai Direktur Utama, menggantikan Irianto Harko Saputro.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup stagnan di zona hijau pada level 8.235,48, dengan 341 saham menguat,… Read More
Poin Penting Target penjualan Rp5,5 triliun pada 2026 ditopang Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals.… Read More
Poin Penting BEI dan OJK menyiapkan indeks saham syariah hijau yang ditargetkan terbit pada 2026… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo dan Presiden UEA Mohammed bin Zayed sepakat meningkatkan kerja sama investasi,… Read More
Poin Penting Grab memastikan memberikan bonus hari raya 2026 kepada mitra pengemudi, dengan besaran disesuaikan… Read More